Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Purbaya soal Defisit APBN Melebar: Saya Bisa Buat 0 Persen, tapi Ekonomi Morat-marit
Advertisement . Scroll to see content

Indonesia Masih Resesi, 11 Sektor Negatif Terparah Transportasi

Rabu, 05 Mei 2021 - 12:17:00 WIB
Indonesia Masih Resesi, 11 Sektor Negatif Terparah Transportasi
Ilustrasi resesi
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal I 2021 -0,74 persen secara year on year (yoy). Sedangkan secara kuartalan (q to q) tercatat -0,96 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih minus pada tiga bulan pertama tahun ini menyebabkan beberapa sektor sakit kronis.

Adapun, dari 17 sektor, ada enam sektor tumbuh positif dan 11 sektor tumbuh negatif. Sektor yang masih tumbuh positif adalah informasi dan komunikasi sebesar 8,72 persen, pengadaan air 5,49 persen, dan jasa kesehatan 3,64 persen. 

"Kemudian adalah pertanian, pengadaan listrik dan gas dan real estate," ujar Suhariyanto dalam video virtual, Rabu (5/5/2021).

Sementara 11 sektor yang masih negatif, di antaranya transportasi dan pergudangan dengan -13,12 persen, akomodasi dan makanan minuman -7,26 persen, dan jasa lainnya -5,15%. Selain itu, jasa keuangan, administrasi pemerintahan, pertambangan, jasa pendidikan, industri, perdagangan, dan konstruksi. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut