Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ekonom Ungkap Inflasi Januari 2026 Bukan Dipicu Lonjakan Harga, Ini Penjelasannya
Advertisement . Scroll to see content

Inflasi Turki Meroket 36 Persen, Tertinggi dalam 19 Tahun

Selasa, 04 Januari 2022 - 07:29:00 WIB
Inflasi Turki Meroket 36 Persen, Tertinggi dalam 19 Tahun
Inflasi Turki meroket 36 persen, tertinggi dalam 19 tahun. Foto: Reuters
Advertisement . Scroll to see content

Harga yang melonjak dan mata uang yang jatuh telah memaksa pemerintah Turki mengambil tindakan luar biasa untuk mencoba melindungi pekerja dan penabung. Bulan lalu, Erdogan mengumumkan kenaikan upah minimum sebesar 50 persen dan rencana merilis jenis rekening deposito lira Turki yang akan melindungi penabung dari devaluasi. Erdogan juga mendesak pengusaha dan individu untuk mendukung lira. 

"Selama kita tidak mengambil uang kita sendiri sebagai patokan, kita pasti akan tenggelam. Lira Turki, uang kita, itulah yang akan kita majukan. Bukan dengan mata uang asing," kata Erdogan, dikutip dari CNN Business, Selasa (4/1/2022). 
 
"Kami telah bekerja selama beberapa waktu untuk mengeluarkan ekonomi Turki dari spiral suku bunga tinggi, inflasi tinggi, dan menempatkannya di jalur pertumbuhan melalui investasi, lapangan kerja, produksi, ekspor, dan surplus neraca berjalan," imbunya.

Sementara itu, bank sentral Turki telah memangkas suku bunga selama empat bulan berturut-turut. Bank sentral biasanya menaikkan suku bunga ketika inflasi melonjak untuk menghentikan ekonomi dari overheating.  

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut