Ini Penjelasan Mantu Jokowi Soal APBD Pemkot Medan yang Belum Terealisasi

Wahyudi Aulia Siregar ยท Jumat, 17 September 2021 - 17:29:00 WIB
Ini Penjelasan Mantu Jokowi Soal APBD Pemkot Medan yang Belum Terealisasi
Wali Kota Medan, Bobby Afif Nasution (kiri) dan Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rachman. (Foto: Antara)

MEDAN, iNews.id - Mantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang juga Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution, memberi penjelasan tentang APBD yang belum terealisasi dan masih mengendap di bank.

Menurut Bobby, saat ini ada anggaran senilai Rp1,6 triliun APBD Kota Medan yang belum terealisasi. Namun kata Bobby, kegiatan untuk anggaran itu sebenarnya sedang berjalan.

"Sebenarnya yang itu Rp 1,6 triliun karena memang yang saya lihat di situ datanya beda-beda sedikit saja. Apakah serapannya kurang atau seperti apa. Ini kegiatannya lagi berjalan. Belum tuntas. Jadi belum dibayarkan. Bukan karena mengendap," kata Bobby di kantor Wali Kota Medan, Jumat (17/9/2021)

Bobby menyampaikan, pada dasarnya ia sepakat arahan Presiden yang meminta agar anggaran daerah segera dikeluarkan untuk menggerakkan perekonomian.

"Ini sebisa mungkin kita gunakan untuk menggerakkan ekonomi kita," sebutnya.

Seperti diberitakan, Presiden Joko Widodo memperingatkan pemerintah daerah di Sumatera Utara untuk segera merealisasikan APBD, mengingat hanya tersisa empaty bulan sebelum tutup tahun anggaran.  

Peringatan itu, disampaikan Jokowi dalam dialog dengan pemerintah daerah Sumatera Utara, saat berkunjung ke Medan, Kamis (16/9/2021). Presiden menyebut masih banyak Pemerintah Kabupaten/Kota di Sumut yang tak maksimal menggunakan anggaran daerahnya, termasuk Kota Medan yang ternyata paling besar di Sumatera Utara.

Jokowi menyebut ada anggaran Pemko Rp1,3 triliun yang terendap di bank. Jokowi juga menyentil sejumlah pemerintah daerah lainnya di Sumut, khususnya Kabupaten Mandailing Natal, yang sampai hari ini realisasi anggarannya baru 28 persen. Padahal masa efektif penggunaan anggaran kurang dari 4 bulan lagi.

Presiden mengingatkan agar anggaran daerah segera direalisasikan, seiring dengan potensi perlambatan ekonomi yang masih akan terjadi hingga akhir tahun. Meski tak separah tahun lalu, namun Jokowi meminta agar perlambatan diantisipasi. Belum lagi angka inflasi yang masih cukup tinggi sampai akhir tahun ini.

"Jadi hati-hati. Jangan bekerja seperti normal. Keluargakan anggaran daerah untuk mendorong perekonomian," kata Jokowi.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: