Ini Untung Rugi Pembentukan Holding BUMN Infrastruktur
JAKARTA, iNews.id - Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Infrastruktur akan berisikan lima perusahaan pelat merah yang bergerak di sektor infrastruktur. Dengan demikian saham kelima perusahaan dipegang oleh induk holding, yaitu PT Hutama Karya (Persero).
Ekonom Senior Cyrillus Harinowo mengatakan, risiko paling berat dalam pembentukan holding adalah menyatukan kultur enam perusahaan yang berbeda. Pasalnya, setiap perusahaan pasti ingin mengungguli perusahaan lainnya.
"Pasti masing-masing merasa saya lebih dari kamu, sayalah yang seharusnya menjadi leader-nya. Jadi tinggal di situ tinggal kearifan dari yang mengaturnya. Masalah ego, bukan masalah yang lebih prinsip lagi," ujarnya di Menara BCA, Jakarta, Kamis (7/2/2019).
Oleh karenanya semakin banyak perusahaan yang akan diholdingkan maka akan memakan waktu yang lebih panjang. Misalnya seperti Holding BUMN Keuangan di mana terdapat tujuh perusahaan BUMN jasa keuangan.
"Seperti hodling keuangan kan memakan waktu yang lebih panjang. Yang ini (Holding BUMN Infrastruktur) akan lebih mudah diikat, makanya lebih cepat terbentuk," kata dia.