Investasi Melambat, Program 35.000 MW Hanya Tercapai 17.000 MW
JAKARTA, iNews.id – Pemerintah memundurkan target penyelesaian program tambahan kapasitas listrik 35.000 megawatt (MW) yang semula rampung pada 2019 kini menjadi 2024-2026. Keputusan ini diambil karena memerhatikan kebutuhan listrik yang masih memadai sehingga pemerintah memperpanjang target penyelesaian proyek.
Menteri ESDM Ignasius Jonan memaparkan, total tambahan kapasitas listrik yang commercial on date (COD) hingga 2019 dari program ini hanya sekitar 15.000-17.000 MW. Namun, pihaknya juga menilai, capaian tersebut juga karena kondisi terkini minat investasi di sektor ketenagalistrikan.
Jonan menilai, investasi sektor ketenagalistrikan tengah melambat menyusul ketidakpastian global yang menerpa negara-negara berkembang. Dampak tersebut memengaruhi nilai tukar mata uang sehingga investor menahan investasi sampai situasi kembali normal.
"Mungkin total sejak pemerintahan Jokowi sampai sekarang mungkin 10.000-11.000 MW. Akhir tahun (2018) bisa 11.500-an (MW), kalau sampai akhir tahun 2019 15.000 MW itu paling tinggi 17.000 MW, " ujarnya di Hotel Raffles, Jakarta, Senin (26/11/2018).
Oleh karenanya, pemerintah berupaya membuat investasi di sektor-sektor yang dibutuhkan. Jonan menilai, program listrik 35.000 MW ini jika dipaksakan rampung pada 2019, maka akan ada kelebihan kapasitas listrik yang tidak terpakai.