Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kisah Para Penjaga Energi Selamatkan Ribuan Sumur dari Mati Suri
Advertisement . Scroll to see content

Investasi Melambat, Program 35.000 MW Hanya Tercapai 17.000 MW

Senin, 26 November 2018 - 23:13:00 WIB
Investasi Melambat, Program 35.000 MW Hanya Tercapai 17.000 MW
Ilustrasi. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)
Advertisement . Scroll to see content

"Bisa sampai 60 persen, terlalu besar. Biasanya excess power dan cadangan maksimum 30 persen makannya kita geser sampai 2024-2026," kata dia.

Sebagai informasi, PT PLN (Persero) berhasil memperoleh Fasilitas Pinjaman Sindikasi (Syndicated Loan Facilities) senilai 1,62 miliar dolar Amerika Serikat (AS) dari 20 Bank Internasional. Pinjaman ini digunakan untuk membiayai proyek 35.000 megawatt (MW).

Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto menuturkan, fasilitas ini terdiri dari pinjaman berjangka (Term Loan Facility) senilai 1,32 miliar dolar AS dengan tenor lima tahun dan Revolving Credit Facility senilai 300 juta dolar AS dengan tenor tiga tahun. Dengan begitu, total fasilitas pinjaman menjadi sebesar 1,62 miliar dolar AS.

“Total fasilitas pinjaman ini meningkat dari jumlah komitmen awal pihak Bank sebesar 1,5 miliar dolar AS, sehingga PLN berhasil mengeksekusi opsi green-shoe(tambahan atau upsize dari komitmen awal) sehingga meningkatkan jumlah fasilitas menjadi 1,62 miliar dolar AS,” kata Sarwono dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/11/2018).

Sarwono menambahkan, dana dari fasilitas kredit sindikasi ini akan digunakan untuk mendanai investasi PLN dan untuk tujuan korporasi secara umum (general corporate  purposes) dalam kaitannya dengan mensukseskan proyek 35.000 MW.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut