Istilah Desa Siluman Jadi Polemik, Begini Penjelasan Sri Mulyani

Ilma De Sabrini ยท Kamis, 14 November 2019 - 15:15 WIB
Istilah Desa Siluman Jadi Polemik, Begini Penjelasan Sri Mulyani

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (Foto: iNews.id/Rully Ramli)

JAKARTA, iNews.id - Polemik munculnya istilah desa siluman bermula dari pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat rapat bersama DPR. Meskipun tak menyebut istilah itu, Menkeu menyebut ada desa tanpa penduduk yang muncul demi mendapatkan dana desa hampir Rp1 miliar.

Sri Mulyani mengatakan, suatu wilayah disebut desa harus memiliki penduduk yang cukup. Di Pulau Jawa misalnya, satu desa biasanya dihuni paling sedikit 5.000 jiwa sementara di Luar Jawa antara 2.000-3.000 jiwa.

"Tapi enggak ada yang lebih sedikit dari 1.000 rasa-rasanya, jadi kalau ada desa yang jumlah penduduknya hanya 100 kan berarti bukan desa, kecuali kalau desa legacy dalam hal ini," katanya di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Menurut Sri Mulyani, jika perubahan jumlah penduduk terjadi akibat bencana alam dan sejenisnya, maka seharusnya dicatat kembali. Dengan demikian, wilayah yang jumlah penduduknya berkurang drastis, bahkan penduduknya kosong tidak bisa dikategorikan lagi sebagai sebuah desa.

"Itu menunjukkan bahwa indikatornya, minimum threshold-nya sudah enggak ada," katanya.

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu mengatakan, jumlah desa di Indonesia saat ini ada sekitar 74.000. Dia menemukan adanya kenaikan ratusan jumlah desa meski tak menyebut lokasinya.

"Naiknya berapa ratus, ada di daerah mana itu kan berasal dari Kemendagri. Kemendagri mendapatkannya dari pemda yang kemudian harus diverifikasi berapa jumlah masing-masing di kabupaten dan kota," ucapnya.

Editor : Rahmat Fiansyah