Jadi Stimulus, Pemerintah Dukung BBK Murah di Kawasan Batam, Bintan dan Karimun

Antara ยท Sabtu, 26 September 2020 - 23:29:00 WIB
Jadi Stimulus, Pemerintah Dukung BBK Murah di Kawasan Batam, Bintan dan Karimun
Program BBK Murah memberikan kemudahan berupa harga sewa lahan dan Self Factory Building (SFB) yang tidak kalah bersaing dengan Pulau Jawa. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah mendukung program "BBK Murah" di kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) yang dapat bermanfaat sebagai stimulus bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Seperti apa program ini?

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kawasan BBK merupakan bagian dari inisiatif pembangunan Super Hub yang menjadikannya sebagai sentra produksi, perdagangan, teknologi, dan keuangan di Indonesia.

Program "BBK Murah" yang ditawarkan berupa stimulus bagi calon investor berupa sewa lahan gratis selama lima tahun pertama di lokasi Zona Perdagangan Bebas (Free Trade Zone/FTZ) BBK.

"Pengembangan industri berbasis klaster melalui Super Hub di daerah-daerah tersebut akan mendorong pemerataan ekonomi antar daerah," kata Airlangga dalam pernyataannya, Kamis (26/9/2020).

Calon investor hanya perlu menanggung biaya listrik, pemeliharaan, dan biaya operasional lainnya dalam program yang diinisiasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Daerah Kepulauan Riau ini.

Program ini sejalan dengan keterjangkauan biaya produksi di Batam, seperti biaya listrik, gas, dan pelabuhan yang bersaing, UMP dan UMK yang kompetitif.

Selain itu, program tersebut memberikan kemudahan berupa harga sewa lahan dan Self Factory Building (SFB) yang tidak kalah bersaing dengan Pulau Jawa.

Pengembangan kawasan ini diyakini bakal meningkatkan status sebagai hub logistik internasional serta mendukung pengembangan industri, perdagangan, maritim dan pariwisata yang terpadu.

Masing-masing pulau di wilayah ini memiliki ciri khas bisnis masing-masing, tetapi saling terintegrasi dan mendukung untuk meningkatkan daya saing.

Program ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi di wilayah BBK yang mengalami kontraksi 6,66 persen pada triwulan II 2020.

Hingga kini, tercatat 11 perusahaan yang bernegosiasi final dengan nilai investasi yang ditargetkan sekitar 550 juta dolar AS, dan tenaga kerja yang akan diserap mencapai sekitar 1.500 orang.

"Sektor produktif akan semakin didorong bangkit lagi, khususnya pariwisata, perdagangan, dan industri akan jadi pengungkit perekonomian yang saat ini terkontraksi," ujar Airlangga.

Editor : Dani M Dahwilani

Bagikan Artikel: