Jalin Sinergi BUMN, 167 Pelabuhan Pertamina Akan Dikelola Pelindo

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Senin, 18 Februari 2019 - 21:01 WIB
Jalin Sinergi BUMN, 167 Pelabuhan Pertamina Akan Dikelola Pelindo

Pelabuhan milik Pertamina akan secara bertahapa dikelola Pelindo. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - PT Pertamina (Persero) bekerja sama dengan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo I, II, III, dan IV agar dapat mengefisiensikan aset pelabuhan untuk pendistribusian energi. Nilai investasi dari sinergi kelima Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini sekitar Rp2,4 triliun.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, dengan adanya kerja sama ini Pertamina akan lebih fokus mengerjakan bisnis intinya seperti pengembangan hulu, produk hilir, ritel hilir, dan refinery. Pasalnya, pelabuhan-pelabuhan yang selama ini dimiliki Pertamina akan dikelola oleh Pelindo secara bertahap.

"Mereka punya pelabuhan masing-masing. Jadi Pertamina juga kelola ada 167 pelabuhan, bayangkan ini dikelola Pertamina. Padahal, saya harapannya Pertamina konsenstrasi di hulu," ujarnya di kantornya, Jakarta, Senin (18/2/2019).

Dia melanjutkan, penggantian pengelolaan pelabuhan tersebut bisa membuat biaya pengiriman produksi Pertamina menjadi lebih murah. Selain itu juga profitabilitas Pelindo juga akan semakin baik karena pelabuhan yang dikelola bertambah.

"Bisnis inti Pertamina bukan pelabuhan karena itu ngapain ngurusin pelabuhan. Pelabuhan biarlah diurus oleh Pelindo I, II, III, dan IV sehingga jauh lebih efisien," kata dia.

Kemudian, ke depannya Pertamina akan bisa lebih fokus menggarap penambahan Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) kecil yang bisa menjangkau daerah-daerah terpencil yang dinamakan Pertashop. Pasalnya, selama ini masyarakat di desa-desa kecil kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) karena letak SPBU yang jauh dari tempat tinggalnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, harga avtur yang masih mahal di beberapa daerah meski sudah diturunkan beberapa waktu lalu juga karena biaya pengiriman yang cukup mahal. Dengan kerja sama ini tentu akan membantu meringankan Pertamina dalam mengirim bahan bakar tersebut ke daerah-daerah.

"Kemarin memang saya me-review di luar, yang jauh, seperti di Makassar itu cost-nya masih tinggi karena pengirimannya memakai pelabuhan. Inilah yang membuat supaya kalau kita turun kan. Sekarang kan sudah diturunkan untuk seluruh Indonesia. Nah untuk menjaga profitability, efisiensi yang harus dilakukan. Ini selalu saya tekankan betul kepada BUMN-BUMN lihat lagi cost strukturnya, efisiensikan," tuturnya.

Editor : Ranto Rajagukguk