JK Kritik RI Terlambat Bangun MRT

Wildan Catra Mulia ยท Rabu, 20 Februari 2019 - 15:27 WIB
JK Kritik RI Terlambat Bangun MRT

Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) saat meninjau pengoperasian MRT (Mass Rapid Transit) di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Rabu (20/2/2019). (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menjajal kereta Ratangga atau Moda Raya Terpadu (Mass Rapid Transit/MRT) Jakarta dari Bundaran HI-Lebak Bulus. Setelah meninjau, JK melayangkan kritik terkait lambatnya Indonesia memiliki sistem transportasi MRT yang terintegrasi.

JK menegaskan, seharusnya sistem transportasi seperti ini sudah mulai dibangun dan dioperasikan sejak tahun 1990-an. Pasalnya, dengan beragam sistem transportasi yang terintegrasi akan memudahkan mobilitas masyarakat.

"Kritiknya kita terlambat bangun, membangunnya sebenarnya awal tahun 1990-an dibicarakan ini. Jadi kita apresiasi bahwa ini bisa dibangun sekarang," ujar JK di stasiun MRT Bunderan HI, Jakarta Pusat, Rabu (20/2/2019).

Adapaun, MRT Jakarta yang baru dibangun dari depo Lebak Bulus hingga Bundaran HI hanya berjarak 16 kilometer (km) dan baru menjangkau wilayah selatan hingga ke wilayah pusat Jakarta. JK pun menambahkan bila seluruh warga Jakarta dapat menikmati MRT, miminum harus membangun kurang lebih 200 km.

Jarak tersebut, agar seluruh wilayah Jakarta dan sekitarnya mampu terintegrasi satu dengan yang lain. "Ini tapi jangan lupa ini baru 16 km kita butuh minimun 200 km baru semua warga Jakarta dapat terjamin sistem transportasinya," tutur JK.

Sementara itu, peletakan batu pertama (groundbreaking) MRT Jakarta Fase II rute Bundaran HI-Kota dipastikan kembali molor dari target akhir Januari 2019. Sebelumnya, groundbreaking juga pernah ditargetkan pada akhir Desember 2018.

Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar sebelumnya mengatakan, groundbreaking tersebut rencananya dilakukan bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Namun, hingga saat ini belum ada keputusan dari Pemprov DKI, sehingga belum diketahui kapan akan dilakukan.

"Groundbreaking Fase II kan awalnya akan dilakukan akhir bulan ini, tapi kami masih menunggu keputusan dari Pemprov DKI kapan waktunya. Kami setiap saat siap melakukan groundbreaking," kata William di Jakarta, Rabu (30/1/2019).

William mengatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh, tertundanya groundbreaking tersebut karena Pemprov DKI harus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, dalam hal ini Sekretariat Negara. Pasalnya, jalur MRT yang menjadi lokasi groundbreaking berada di area Jalan Medan Merdeka Barat.


Editor : Ranto Rajagukguk