Jokowi Anjurkan Benci Produk Asing, Erick Thohir: Lagu Bimbo Nempel di Hati Saya

Suparjo Ramalan ยท Sabtu, 06 Maret 2021 - 15:33:00 WIB
Jokowi Anjurkan Benci Produk Asing, Erick Thohir: Lagu Bimbo Nempel di Hati Saya
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat Indonesia menggunakan produk dalam negeri dan melakukan kampanye benci produk asing. Sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju turut berbondong-bondong bicara soal keunggulan produk lokal. 

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir misalnya, melalui video pendek yang diunggah di laman sosial medianya, memamerkan sejumlah barang-barang hasil tangan dari pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Mulai dari batik, makanan hingga sepatu sneakers. Menariknya, backsound atau rangkaian lirik musik dalam video tersebut pun bertajuk “Aku Cinta Buatan Indonesia” yang dinyanyikan musisi Indonesia, Bimbo. 

“Lagu ini nempel di hati saya. Seperti berbagai produk buatan Indonesia yang nempel di keseharian saya,” ujar Erick Thohir dikutip Sabtu (6/3/2021). 

Pada kesempatan lain, mantan Bos Inter Milan itu juga memamerkan kinerja PT Sarinah (Persero). Rencananya, Sarina akan menjadi wadah bagi pengembangan produk UMKM di tingkat global. 

"Sarinah kita rubah 100 persen local brand, tapi kita tau bisnis ritel ini sunset, kalau kita tidak punya akses pasar yang kuat juga berat. Karena itu, sejak awal kita bilang Sarinah, selain kita punya lokal brand yang dikurator, tapi dibantu pembiayaannya tapi bantu akses pasarnya mulai coba dibuka," katanya. 

Sarinah akan menggandeng Dufry International ltd dalam mengembangkan bisnis UMKM. Dengan kerja sama itu, maka produk UMKM akan di jual di gerai Dufry. 

Erick menyebut, perusahaan yang bergerak di bidang travel ritel itu memiliki lebih dari 2.400 gerai di 420 lokasi yang tersebar di sejumlah negara. Dengan kemitraan Sarina dan Dufry dipastikan pemasaran produk lokal akan diperdagangkan di secara luas di dunia.

"Kita juga berpartner dengan Dufry, perusahaan duty free terbesar di dunia berbasis di Swiss. Kerja sama, oke, kamu buka outlet di Sarinah, karena memang turis butuh duty free shop seperti, kalau ke Bali ada Plaza Bali, tetap karena kamu berpartner sama kita. Kita minta akses 10 produk Indonesia harus dipasarkan di dufry, di seluruh outletnya internasional, apaka kopi, teh coklat, sesuai dengan standar internasional karena kan kita saingan juga dengan merk internasional di outletnya," ucapnya.

Sarinah sendiri menjalin kerja sama dengan pelaku UMKM. Salah satu tugas yang dilakukan adalah mempromosikan brand lokal di ranah internasional.

Editor : Ranto Rajagukguk