Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kemenangan Haris-Fatia di Kasus Lord Luhut: MA Tolak Kasasi, Vonis Bebas Tetap Berlaku
Advertisement . Scroll to see content

JRC Naikkan Rating Utang, Luhut: Perekonomian Makin Baik

Sabtu, 10 Februari 2018 - 11:43:00 WIB
JRC Naikkan Rating Utang, Luhut: Perekonomian Makin Baik
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Advertisement . Scroll to see content

YOGYAKARTA, iNews.id - Lembaga pemeringkat surat utang (obligasi) asal Jepang, Japan Credit Rating Agency Ltd (JCR) meningkatkan rating obligasi Indonesia dengan tetap di level layak investasi (investment grade). Rating obligasi jangka panjang berdenominasi valuta asing naik dari BBB- menjadi BBB dan outlook-nya naik dari positif menjadi stabil.

Sementara itu untuk rating obligasi jangka panjang berdenominasi rupiah juga naik dari BBB menjadi BBB+ dengan outlook stabil dari positif. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Pandjaitan mengatakan kenaikan peringkat tersebut membuktikan perekonomian Indonesia semakin baik.

"Kemarin Lembaga pemberi peringkat Japan Credit Rating Agency (JCR) menaikkan Sovereign Credit Rating (Peringkat Surat Utang) Republik Indonesia dari BBB minus menjadi BBB artinya angka untuk interest uang sekarang lebih rendah. Ini menunjukkan perekonomian kita makin berkembang baik dan keadaan ini harus dipelihara," kata Luhut dalam keterangan resminya, Sabtu (10/2/2018).

Lembaga JCR mengatakan, sejak pemerintahan Presiden Joko Widodo telah terjadi reformasi struktural di Indonesia yang menciptakan keberlanjutan pertumbuhan dan tidak bergantung pada sektor sumber daya alam. JCR mencatat adanya perbaikan iklim investasi di Indonesia yang ditandai peningkatan investasi swasta dari dalam negeri maupun asing. Apalagi pemerintah saat ini berkomitmen tinggi untuk membangun infrastruktur.

"Presiden Jokowi berkomitmen untuk membangun infrastruktur di Indonesia. Belum pernah ada Presiden di Indonesia yang dalam setahun empat kali datang ke Papua hingga pelosoknya untuk memastikan pembangunan berjalan di sana. Sehingga waktu beliau diberi kartu kuning oleh mahasiswa, saya tidak mengerti, apa alasannya?  Sewaktu saya jadi Menko Polhukam pun saya undang para Duta Besar, Jaksa Agung Australia untuk melihat langsung. Lihat langsung keadaan di Papua. Nah, jadi sebelum bertindak kalian harus tahu dulu, apa yang kalian bicarakan atau lihat secara langsung," katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut