Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : AS Ancam Hancurkan Peradaban Iran, Teheran: Langsung Kami Balas!
Advertisement . Scroll to see content

Kembangkan Ekosistem Kendaraan Listrik, Indonesia Bisa Belajar dari 3 Negara InI

Selasa, 23 Februari 2021 - 15:06:00 WIB
Kembangkan Ekosistem Kendaraan Listrik, Indonesia Bisa Belajar dari 3 Negara InI
Indonesia mempunyai ambisi besar dalam membangun ekosistem kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV). (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Indonesia mempunyai ambisi besar dalam membangun ekosistem kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV). Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan, pemerintah Indonesia dapat belajar dari tiga negara pembanding, yaitu Norwegia, China, dan Amerika Serikat (AS) dalam membangun ekosistem kendaraan listrik di dalam negeri. 

Ketiga negara tersebut dinilai memiliki tingkat adopsi kendaraan listriknya yang tinggi dan mempertimbangkan beberapa faktor lainnya.

"China dan Amerika Serikat telah sukses mencatatkan penjualan kendaraan listrik tertinggi, sedangkan Norwegia memiliki pangsa pasar kendaraan listrik terbesar di dunia," ujarnya dalam webinar Mengembangkan Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia, Selasa (23/2/2021).

Dia menuturkan, secara global, perkembangan mobil listrik mengalami kenaikan pesat dalam satu dekade terakhir. Pada 2011, penjualan EV baru sekitar 0,1 persen dari total pangsa pasar dunia. 

Kemudian pada 2020 naik menjadi 4,4 persen dari total market share dengan jumlah kendaraan sudah mencapai 3,2 juta kendaraan yang dijual di 2020. 

"Kenaikan dari tahun 2019 ke 2020 itu sampai 40 persen. Kalau kita lihat di 2020 adalah kondisi di mana sebenarnya pandemi Covid-19 membuat kontraksi penjualan kendaraan secara global sebesar 15 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tetapi EV malah naik," tuturnya.

Menurut dia, kontribusi penjualan EV terbesar berasal dari tiga negara yaitu Norwegia, China, dan AS. China naik 5 persen dibandingkan tahun 2019, Eropa menguat rata-rata 10 persen, dan Amerika Serikat naik 4 persen.

"Yang menarik sebenarnya Norwegia. Penjualan kendaraan listrik di Norwegia mencapai 54,3 persen pada 2020 dari sebelumnya hanya 1 persen pada tahun 2011. Bahkan, Norwegia akan melarang penjualan kendaraan berbasis bahan bakar fosil pada tahun 2024. Ini adalah sebuah hasil konsistensi kebijakan dan dukungan pemerintah terhadap kendaraan listrik," ucapnya.

Dia menambahkan, hingga hari ini, sudah ada 17 negara yang telah menetapkan untuk tidak lagi atau tidak mengizinkan penjualan kendaraan berbasis bahan bakar fosil. "Jadi mereka sudah mempunyai rencana untuk melakukan itu. Tentunya penggunaan kendaraan listrik akan menurunkan emisi gas rumah kaca," tuturnya. 

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut