Honda Belum Berani Boyong Mobil Listrik ke Indonesia, Ini Alasannya

Dani M Dahwilani · Minggu, 21 Februari 2021 - 15:31:00 WIB
Honda Belum Berani Boyong Mobil Listrik ke Indonesia, Ini Alasannya
Honda masih mempelajari pasar Indonesia, terkait kesiapan konsumen, infrasfruktur dan kebijakan.  (Foto: Green Car Report)

JAKARTA, iNews.id - Honda baru saja meluncurkan tiga mobil sekaligus, yaitu Brio RS Urbanite, CR-V facelift dan Odissey terbaru. Padahal, banyak yang berspekulasi pabrikan Jepang ini akan memboyong salah satu kendaraan elektrifikasi CR-V PHEV yang sudah meluncur di China.

Di sisi lain, sejumlah pabrikan sudah memperkenalkan bahkan menjual mobil listriknya, seperti Hyundai, Lexus dan Nissan. Kenapa Honda belum berani memboyongnya? 

Business Innovation and Sales & Marketing Director PT HPM, Yusak Billy mengatakan, pihaknya masih mempelajari pasar Indonesia, terkait kesiapan konsumen, infrasfruktur dan kebijakan dari pemerintah. Sebab itu, Honda tidak dapat memberikan kepastian kapan mobil listriknya masuk ke Indonesia. 

"Kami memiliki line-up mobil listrik yang lengkap di pasar global, mulai dari hybrid, PHEV hingga listrik murni. Bahkan, Honda global telah menargetkan 2/3 produksi kendaraan listrik pada 2030," ujarnya, dalam video conference, baru-baru ini. 

Menurut Yusak dibutuhkan infrastruktur yang dapat mendukung mobilitas kendaraan listrik. Selain itu, kepastian regulasi dari pemerintah terkait insentif yang diberikan untuk kendaraan elektrifikasi.

Dia menyembut Honda menyambut baik kebijakan pemerintah terkait akselerasi kendaraan listrik, mulai dari fasilitas bea masuk dalam Perpres Nomor 55 tahun 2019; diskon BBNKB dan PKB dari Pergub DKI dan Permendagri; insentif PPNBM dalam Perpres Nomor 55 dan PP Nomor 73. 

Editor : Dani M Dahwilani