Kemenkeu Siapkan APBN dan TKDD untuk Penanggulangan Bencana Alam 

Iqbal Dwi Purnama · Minggu, 05 Desember 2021 - 14:56:00 WIB
Kemenkeu Siapkan APBN dan TKDD untuk Penanggulangan Bencana Alam 
Menkeu Sri Mulyani meminta jajarannya untuk mempersiapkan dukungannya melalui APBN dan TKDD terhadap penanggulangan bencana alam. (foto: dok. iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta jajarannya untuk mempersiapkan dukungannya terhadap penanggulangan bencana alam. Sebab, bencana alam di tanah air berpotensi meningkat hingga akhir 2021 dan awal tahun 2022.

Sri Mulyani menjelaskan, dukungan tersebut menurutnya dilakukan melalui dukungan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) maupun melalui Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) untuk pemulihan pasca bencana.

"Saya meminta jajaran Kemenkeu untuk bersiaga dalam mekanisme dukungan anggaran APBN maupun TKDD dalam menghadapi bencana alam yang berpotensi meningkat menjelang akhir tahun dan awal tahun," ujar Sri Mulyani dikutip dari media sosial resmi miliknya, Minggu (5/11/2021).

Baru-baru ini beredar kabar duka jika Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur mengalami erupsi. Kejadian tersebut tidak hanya merenggut korban jiwa dan luka namun juga kerugian materil untuk warganya.

"Mari berdoa untuk keselamatan seluruh rakyat di sekitar gunung Semeru," ucap Sri Mulyani.

Berdasarkan informasi dari BNPB hingga saat ini total 13 orang dilaporkan meninggal dunia akibat peristiwa tersebut. Selain itu sebanyak 41 orang mengalami luka-luka yang sudah mendapat penanganan rumah sakit setempat.

Sementara warga luka lainnya ditangani pada beberapa fasilitas kesehatan, yaitu 40 orang dirawat di Puskesmas Pasirian, 7 orang di Puskesmas Candipuro, serta 10 orang lain di Puskesmas Penanggal di antaranya terdapat dua orang ibu hamil.

Kejadian sebaran awan panas guguran Gunung Semeru juga menyebabkan beberapa rumah warga tertutup material vulkanik serta jembatan Gladak Perak di Curah Kobokan yang menjadi akses penghubung Lumajang dan Malang terputus.

Editor : Aditya Pratama

Bagikan Artikel: