Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mentan Amran soal Polisi Aktif di Kementeriannya: Sangat Membantu
Advertisement . Scroll to see content

Kementan Ingin Cetak Pengusaha Pertanian lewat Transformasi Pendidikan

Senin, 10 September 2018 - 14:48:00 WIB
Kementan Ingin Cetak Pengusaha Pertanian lewat Transformasi Pendidikan
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) siap menyiapkan lulusan berorientasi wirausahawan bidang pertanian melalui transformasi pendidikan.

Kepala Badan SDM Pertanian Momon Rusmono mengatakan, BPPSDMP telah melakukan transformasi pendidikan vokasi pertanian dari yang semula Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP), kini menjadi Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan).

"Dampak dari transformasi ini yang semula STPP hanya berorientasi menghasilkan penyuluh pertanian, setelah kini menjadi Polbangtan diarahkan menghasilkan job creator berjiwa wirausaha dengan keahlian bidang pertanian, peternakan dan perkebunan," kata Momon dalam konferensi pers di kantor Kementan, Jakarta, Senin (10/9/2018).

Adapun Kementan akan meluncurkan Polbangtan pada 18 September 2018 mendatang di Polbangtan Bogor, Jabar, yang akan dilakukan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Momon mengatakan, transformasi pendidikan ini dilakukan guna menjaga keberlanjutan pembangunan pertanian atau regenerasi pertanian yang berkarakter socioagripreneur.

Dengan perubahan ini, program studi pun juga bertambah dari semula di STPP hanya memiliki tiga program studi, menjadi 13 program studi. Ke-13 program studi tersebut adalah penyuluhan pertanian berkelanjutan, penyuluhan perkebunan presisi, teknologi produksi tanaman perkebunan, penyuluhan peternakan dan kesejahteraan hewan.

Selanjutnya, agribisnis hortikultura, kesehatan hewan, mekanisasi pertanian, teknologi benih, teknologi pakan ternak, produksi ternak, agribisnis peternakan, budidaya hortikultura dan budidaya ternak. Semua program studi ini sudah menerima mahasiswa baru sebanyak 1.300 orang, dari 12.000 peserta yang mengikuti tes tertulis.

Metode pembelajaran Polbangtan juga berbeda dibandingkan STPP, yakni menggunakan penerapan teaching factory atau 30 persen teori dan 70 persen praktik lapangan dengan berorientasi menghasilkan wirausahawan muda bidang pertanian.

Sebanyak enam STPP yang beralih menjadi Polbangtan adalah STPP Medan yang menjadi Polbangtan Medan, STPP Bogor menjadi Polbangtan Bogor, STPP Magelang menjadi Polbangtan Yogyakarta-Magelang, STPP Malang menjadi Polbangtan Malang, STPP Gowa menjadi Polbangtan Gowa dan STPP Manokwari menjadi Polbangtan Manokwari.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut