Kepala Bappenas: Turunkan Tingkat Kemiskinan Satu Digit Sangat Sulit
JAKARTA, iNews.id - Tingkat kemiskinan di Indonesia selama 2017 turun menjadi 10,12 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 10,70 persen. Berbekal capaian itu, pemerintah berani menargetkan angka kemiskinan menjadi 9,5-10 persen pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) di 2018.
Namun, dengan rendahnya tingkat kemiskinan membuat usaha pemerintah untuk menurunkannya kembali justru makin berat. Apalagi jika ingin menurunkan ke angka di bawah 10 persen, maka usaha tersebut membutuhkan waktu panjang.
"Ini kita merujuk angka 10 persen. 10 persen ke bawah jangan harap penurunannya akan tajam. Seperti waktu kita menurunkan dari 16 persen ke 12 persen, tapi begitu masuk 12 persen, 11 persen, 10 persen dalam target 10 persen ke bawah, penurunannya akan lebih landai," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa 9 Januari 2018.
Meskipun tingkat kemiskinan menurun, namun indeks kedalaman kemiskinan pada tahun 2017 mencapai 1,79 atau meningkat dari tahun 2016 sebesar 1,74. Hal ini mengindikasikan rata-rata pengeluaran penduduk miskin yang cenderung menjauhi garis kemiskinan.
Sementara untuk indeks keparahan kemiskinan berada di angka 0,46 persen lebih besar dari tahun sebelumnya 0,44 persen. Hal ini mengindikasikan ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin.
"Ini harus diperbaiki melalui perbaikan program dan selain itu juga masih harus perbaiki program tepat sasaran. Jadi memang tidak mudah. Tapi kalau soal di bawah 10 persen ini kesempatan yang terbaik, tidak harus 9,5 persen," ucapnya.
Ia melanjutkan, yang terpenting tak hanya menurunkan tingkat kemiskinan secara persentase tapi juga penurunan jumlah masyarakat miskin secara mutlak. Angka penduduk secara mutlak ini di mana jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan sebanyak 26,58 juta jiwa di tahun 2017 yang jauh lebih rendah dari tahun lalu 27,76 juta jiwa.
"Tapi memang ini yang paling penting adalah menurunkan orang miskin, secara absolut itu paling penting. Sekarang jadi menurun banyak, ini yang jadi target kita," ucapnya.
Editor: Ranto Rajagukguk