Konsumsi Masyarakat Terus Meningkat, Airlangga Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2021 Lampaui Target

Jeanny Aipassa ยท Kamis, 06 Mei 2021 - 14:24:00 WIB
 Konsumsi Masyarakat Terus Meningkat, Airlangga Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2021 Lampaui Target
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menjadi keynote speaker seminar nasional yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS Solo, Selasa (30/3/2021). Foto: Ist

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan konsumsi masyarakat yang terus meningkat sejak April 2021, memunculkan optimisme pertumbuhan ekonomi kuartal II-2021 akan melampaui target. 

Menurut Airlangga, momentum pemulihan ekonomi yang sudah terlihat pada kuartal I-2021 akan terus berlanjut pada kuartal II-2021, bahkan akan mampu tumbuh lebih tinggi daripada perkiraan sebelumnya. 

Hal itu, lanjutnya, terlihat dari perbaikan pada berbagai indikator utama penggerak ekonomi Indonesia, yang membuat banyak lembaga memprediksi peningkatan signifikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2021. 

Dia mencontohkan, hasil analisis Bloomberg Market Consensus telah merevisi angka proyeksipertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2021 dari 6,7 persen menjadi 7,1 persen, mengingat kondisi perekonomian pada periode sama tahun lalu yang sangat rendah.

“Optimisme ini menguatkan ekspektasi terhadap perekonomian Indonesia untuk rebound di kuartal II-2021, bahkan target pertumbuhan di kisaran 4,5 persen hingga 5,3 persen pada keseluruhan tahun ini masih sangat mungkin untuk dicapai," ujar Airlangga, dalam siaran pers yang diterima iNews.id, Kamis (6/5/2021). 

Menko Perekonomian memaparkan, hal itu tidak terlepas dari dampak kebijakan yang telah dilakukan pemerintah untuk mendorong konsumsi masyarakat, yang sudah terlihat dari pola konsumsi yang meningkat pada saat ramadhan hingga dan Hari Raya Lebaran. 

Dia menjelaskan, peningkatan konsumsi masyarakat tercermin dari Inflasi, dimana Indeks Keyakinan Konsumen dan Indeks Penjualan Riil yang meningkat. 

"Pemulihan konsumsi ini mendorong industri untuk meningkatkan aktivitas produksinya, tercermin dari indikator PMI yang meningkat mencapai level tertinggi selama periode 10 tahun pada April 2021," kata Airlangga.

Peningkatan aktivitas produksi juga didukung oleh peningkatan impor bahan baku dan barang modal. Dari sisi eksternal, pemulihan permintaan global mendorong aktivitas ekspor impor Indonesia.

“Konsumsi diproyeksikan akan terus meningkat di Triwulan II-2021 sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat yang memicu pertumbuhan belanja nasional. Pertumbuhan belanja nasional tumbuh signifikan pada awal April 2021 sebesar 32,48%,” ujar Menko Perekonomian. 

Seperti diketahui, Neraca Perdagangan Indonesia pada Maret 2021 mencatat surplus US$1,56 miliar, lebih tinggi dibandingkan surplus Maret 2020 yang lalu sebesar US$0,71 miliar. Surplus ini melanjutkan posisi surplus neraca perdagangan yang sudah dicapai sejak 11 bulan lalu. 

“Tercatat, Neraca Perdagangan Indonesia pada Maret 2021 mengalami surplus 1,57 miliar dolar AS, terutama terdorong oleh surplus di sektor nonmigas terutama komoditas unggulan seperti minyak kelapa sawit, batu bara, besi dan baja, mesin dan perlengkapan elektronik, serta emas dan perhiasan,” papar Airlangga. 

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan, ekspor Non-Migas Indonesia pada Maret 2021 yang sebesar US$ 17,45 Miliar, merupakan ekspor Non-Migas terbesar dan tertinggi dalam sejarah, sejak krisis 1998. 

Pemulihan ekonomi nasional, lanjutnya, juga terlihat dari meningkatnya penjualan kendaraan bermotor dan perumahan pasca relaksasi PPnBM Sektor Otomotif dan PPN DTP Sektor Properti yang dikeluarkan pemerintah awal Maret lalu.

Pada Maret 2021, tercatat penjualan mobil mengalami peningkatan yang tajam yaitu 28,2 persen, sedangkan penjualan rumah mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 39,6 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Selain itu, program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diandalkan untuk mendorong pemulihan ekonomi pada tahun 2021, realisasinya sampai dengan 30 April mencapai Rp155,63 triliun atau 22,3 persen dari pagu sebesar Rp699,43 triliun, dan diyakini akan meningkat sekaligus menggerakan ekonomi pada kuartal II-2021.

Editor : Jeanny Aipassa