Kurang 2 Poin Lagi, Peserta CPNS 2018 Ini Menangis

Antara ยท Kamis, 08 November 2018 - 22:37 WIB
Kurang 2 Poin Lagi, Peserta CPNS 2018 Ini Menangis

ilustrasi. (Foto: Ant)

MATARAM, iNews.id - Dewi Fortuna sepertinya belum berpihak pada salah seorang peserta tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Bagaimana tidak, nilai tes karakteristik pribadi (TKP) Muhammad Rosyidi (23) mencapai 141 poin. Artinya, tinggal dua poin lagi menembus passing grade alias ambang batas minimal yang dibutuhkan untuk lolos ke tes berikutnya.

Pria yang memilih formasi perawat terampil ini keluar dari ruang tes dengan sesenggukan. Saat dikonfirmasi, dia mengaku gagal di TKP Padahal, dua tes lainnya lolos passing grade.

"Saya hanya kurang dinilai tes karakristik pribadi. Nilainya 141, sementara passing grade 143. Sedangkan untuk tes wawasan kebangsaan (TWK) minimal 75, saya mendapat nilai 120 dan tes intelegensi umum (TIU) berhasil dapat 105 dari target nilai tertinggi 80," katanya di Grand Imperial Ballroom di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis (8/11/2018).

Tangisan kekecewaan yang dihadapi laki-laki kelahiran 1995 ini dianggap wajar oleh sejumlah peserta lain yang mencoba untuk menghibur Rosyidi, karena dari ratusan peserta tes CPNS pada sesi pertama hari ini, hanya ada beberapa saja yang berhasil lolos.

Rosyidi berharap ada kebijakan pemerintah untuk menurunkan passing grade. Pasalnya, tahun lalu passing grade hanya 128. Menurut dia, passing grade CPNS kali ini terlalu tinggi.

"Yang lebih konyolnya lagi jika kekurangan 2 poin jadi patokan, apalagi di TKP, sebab kepribadian sifatnya subjektif tidak bisa dinilai. Kita memiliki sudat pandang berbeda yang dipengaruhi banyak faktor termasuk budaya," ujarnya.

Jika tidak diturunkan, Rosyidi berharap tingkat kelulusan CPNS nantinya ditetapkan berdasarkan perangkingan.

"Jika dari sisi perangkingan, saya rasa dengan nilai yang saya peroleh sudah cukup untuk lulus CPNS," katanya.

Peserta lain, Monalisa Islam (29) juga keluar dari ruang tes dengan mata berkaca-kaca. Namun, berbeda dengan Rosyidi, Monalisa terharu karena bisa lolos passing grade.

"Alhamdulillah, saya lulus dan semoga juga lancar untuk tahapan-tahapan berikutnya," kata pegawai honorer 8 tahun di Rumah Sakit Umum Praya Lombok Tengah ini.

Monalisa yang juga mengikuti tes untuk formasi perawat terampil ini memilih ikut tes di Kota Mataram karena Kabupaten Lombok Tengah tidak membuka formasi untuk perawat.

"Pesan saja kepada yang belum tes, rajin-rajin belajar dan berdoa," ujar perempuan kelahiran Sengkol, 26 Oktober 1989 itu.


Editor : Rahmat Fiansyah