Laju Positif, Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,4%

Ranto Rajagukguk ยท Senin, 23 Oktober 2017 - 12:46:00 WIB
Laju Positif, Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,4%
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,2% dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2017. Capaian itu akan ditopang dari investasi, konsumsi rumah tangga, belanja negara, hingga ekspor dan impor.

Dalam penetapan awal di APBN 2017, pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memasang angka moderat untuk pertumbuhan ekonomi, dengan target sebesar 5,1%. Bergerak hingga paruh pertama tahun 2017, optimisme pemerintah kian tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Meski harus diakui, target pertumbuhan ekonomi tahun ini memang tidak begitu tinggi bahkan proyeksinya sama dengan APBN-P 2016. Di tahun lalu pemerintah harus puas dengan capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,02% dari target 5,2%.

Namun, baru-baru ini, pemerintah tampaknya tengah semringah dan optimistis dengan tren ekonomi nasional. Pemerintah yakin pertumbuhan ekonomi akan jauh lebih besar dari target, atau bergerak ke level 5,4%.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menuturkan, sejumlah indikator yang diandalkan dalam mendorong ekonomi ada dari sisi pengeluaran, seperti konsumsi rumah tangga, dan juga belanja pemerintah.

Dari sisi belanja pemerintah, bujet pertumbuhan anggaran yang dikeluarkan memang tidaklah besar. Namun, hal itu tetap berkontribusi tehadap capaian ekonomi nasioal sepanjang tahun nanti.

"Pertumbuhan investasi, eskpor-impor itu baik. Pertumbuhan ekonomi itu dilihat dari sisi pengeluaran penentu utamanya adalah investasi, konsumsi rumah tangga, ekspor, impor dan belanja pemerintah," ujarnya.

Sementara untuk realisasi pendapatan per kapita atau Produk Domestik Bruto (PDB) hingga Maret 2017 telah mencapai 10,64%. PDB tiap tahunnya juga terus mengalami peningkatan dari Rp41,92 juta per tahun pada 2015 menjadi Rp47,96 juta per tahun pada 2016.

Di sisi lain, dalam tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK, laju inflasi menurun dari 4,49% (Year on Year/YoY) pada September 2014 menjadi 3,72% (YoY) pada September 2017. Defisit transaksi berjalan juga turun dari 2,3% pada kuartal II/2016 menjadi 2% pada kuartal II/2017. Adapun surplus perdagangan Januari-September 2017 mencapai USD10,8 miliar. Ini yang tertinggi sejak 2017.

Bank Dunia Patok 5,1%

Optimisme pemerintah tampaknya tak serupa dengan prediksi Bank Dunia. Berdasarkan proyeksi Bank Dunia dalam laporan terbaru yang bertajuk Indonesia Economic Quarterly (IEQ) untuk edisi Oktober 2017, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya bergerak 5,1% atau berbeda 0,1% dari APBN-P 2017.

Sebelumnya Bank dunia memang mematok angka yang serupa dengan APBN-P 2017. Namun ada faktor utama yang menyebabkan Bank Dunia melakukan koreksi, yakni pertumbuhan konsumsi swasta yang stagnan atau tetap sama.

Walau hanya dipatok 5,1%, Indonesia tetap menjadi salah satu negara yang pertumbuhan ekonomi paling cepat di dunia.

Editor : Ranto Rajagukguk