Longspan LRT Jabodebek Sepanjang 148 Meter Diklaim Tahan Gempa Bumi

Aditya Pratama ยท Senin, 06 Januari 2020 - 22:28 WIB
Longspan LRT Jabodebek Sepanjang 148 Meter Diklaim Tahan Gempa Bumi

Desain bentangan beton panjang (longspan) kereta light rail transit (LRT) Jabodebek diklaim tahan terhadap gempa. (Foto: iNews.i/Aditya Pratama)

JAKARTA, iNews.id - Desain bentangan beton panjang (longspan) kereta light rail transit (LRT) Jabodebek di persimpangan Jalan HR Rasuna Said dan Jalan Gatot Subroto sepanjang 148 meter diklaim tahan terhadap gempa bumi. Longspan tersebut merupakan bagian dari jalur LRT Cawang-Dukuh Atas.

Penemu longspan LRT Jabodebek persimpangan Rasuna Said-Gatot Subroto, Arvilla Delitriana mengatakan, saat pembuatan desain longspan, diperhatikan betul ancaman gempa yang bisa saja terjadi kapan pun di Ibu Kota. Pasalnya, Jakarta adalah daerah yang intensitas gempanya menengah ke tinggi.

Wanita yang akrab disana Dina ini menjelaskan, struktur longspan miliknya memiliki sifat khusus sehingga tidak bisa didesain dengan cara yang biasa. Dia menyebut dalam pembuatan desain ini menggunakan metode time history analysis.

"Dalam proyek ini kami menggunakan yang disebut time history analysis, itu adalah tingkatan mendesain gempa yang cukup complicated yang kita harus mengambil sumber gempa dari tujuh sumber gempa di dunia untuk disintetiskan di gempa Indonesia terutama Jakarta," ujar Dina dalam konferensi pers di Gedung BPPT, Jakarta Pusat, Senin (6/1/2020).

Dina menambahkan, gempa sintetis ini diambil dari tujuh sumber gempa besar dunia yakni, Bigbear, Chile, Livermore, Michoacan, Miyagi, South Sumatera dan Tohoku. Kemudian ini dicocokkan dengan mekanisme gempa yang ada di Jakarta yang disebut Time History Analysis dan non-linier.

"Karena dengan kondisi melengkung, panjang, dan kaki pilar yang ketinggiannya berbeda jauh sehingga dalam desain gempa tidak bisa menggunakan desain gempa biasa," kata dia.

Dia menegaskan, ketahanan struktur desain miliknya ini telah melalui perhitungan dengan cara yang paling rumit, sehingga strukturnya nanti aman terhadap gempa. "Ketahanan struktur ini terhadap gempa sudah dihitung dengan cara yang paling rumit, dengan cara yang memenuhi kaidah-kaidah. Ini sudah kami optimalkan dengan layout tahan gempa," ucap Dina.

Editor : Ranto Rajagukguk