Luhut: Aksi Demonstrasi Bisa Jadi Cluster Baru Covid-19

Rina Anggraeni ยท Kamis, 30 Juli 2020 - 10:34 WIB
Luhut: Aksi Demonstrasi Bisa Jadi Cluster Baru Covid-19

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan meminta masyarakat melaksanakan protokol kesehatan untuk diri sendiri. Dia mengingatkan untuk tidak berkerumun di tempat umum dan menghargai usaha pencegahan penyebaran pandemi ini.

"Di Jakarta itu, demonstrasi mereka tahu enggak itu dampaknya mereka bisa bikin cluster baru. Cobalah untuk menahan diri dahulu karena kita juga sama-sama menahan diri untuk tidak keluar rumah," ujar Menko Luhut dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (30/7/2020).

Dia menilai, Covid-19 membawa dampak positif bagi Indonesia, yaitu membuat pemerintah mereformasi dalam berbagai bidang kehidupan, khusus di sektor kesehatan. Kini Indonesia sedang sudah bisa mengekspor Alat Pelindung Diri (APD), alat rapid test buatan dalam negeri yang diinisiasi oleh BPPT dan vaksin covid-19 sudah memasuki uji klinis tahap tiga.

"Oleh karena itu, saya titip tidak bosan-bosannya supaya kita ikuti protokol kesehatan, selalu jaga jarak, cuci tangan, pakai masker itu harus dilakukan. Saya mohon sampai vaksin ini ada, kita semua untuk hati-hati yang penting olahraga, makan makanan sehat, tidur cukup, dan berpikir positif," ujar Luhut.

Dia pun mendorong pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) bergabung di platform online untuk meningkatkan penjualan mereka. Saat ini, UMKM di Indonesia yang telah bergabung dengan platform online sudah mencapai 8 juta sejak dirilis oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Mei. 

Sampai saat ini sudah bertambah sekitar 1,2 juta dan target pemerintah sampai bulan Desember bertambah sampai 2 juta UMKM. "Bapak, Ibu mungkin tidak sadar bahwa backbone ekonomi kita saat ini adalah UMKM karena UMKM itu yang paling sulit bangkrut. Paling penting kita semua harus kompak. Presiden mengingatkan semua APBN dan juga stimulus harus dibelanjakan dalam negeri," tuturnya.

Editor : Ranto Rajagukguk