Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Luhut Tolak Toba Pulp Lestari: Kerusakan Hutan Terbesar di Tapanuli karena TPL!
Advertisement . Scroll to see content

Luhut: Indonesia Punya Potensi Jadi Produsen Baterai Lithium Terbesar Kedua Dunia

Rabu, 27 Januari 2021 - 09:51:00 WIB
Luhut: Indonesia Punya Potensi Jadi Produsen Baterai Lithium Terbesar Kedua Dunia
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan cadangan nikel menjadikan Indonesia mampu bersaing menjadi produsen lithium besar di dunia. Hal ini dia sampaikan pada rapat koordinasi percepatan pembangunan infrastruktur dan transportasi di kawasan Merak-Bakauheni-Tol Lampung pada Selasa (26/1/2021). 

"Indonesia mempunyai potensi sebagai produsen (Baterai), lithium terbesar kedua di dunia setelah Republik Rakyat Tiongkok (RRT), cadangan nikel kita yang beragam menjadikan Indonesia tentu mampu bersaing di kancah ini," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Rabu (27/1/2021). 

Luhut juga menyampaikan apresiasinya terhadap PT PLN (Persero) yang telah mendukung percepatan program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBL BB) dengan membangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Indonesia. SPKLU di kilometer 20B ini menjadi SPKLU pertama di Jalan Tol Trans Sumatera dan SPKLU ke-30 di Indonesia. 

Luhut yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Koordinator Percepatan KBL BB ini meresmikan SPKLU yang menjadi tempat pengisian daya baterai mobil listrik. "Saya berharap program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBL BB) dapat semakin marak digunakan di Indonesia," ujarnya.

Dia menambahkan, penggunaan lithium juga tidak hanya untuk baterai kendaraan listrik, melainkan mampu dimanfaatkan sebagai energy stabilizer yang begitu penting bagi daerah pedalaman yang dapat dimanfaatkan untuk pengganti energi listrik di malam hari. 

"Seluruh perubahan dan pembangunan ini akan mampu mengurangi impor listrik hingga Rp150 triliun," tuturnya.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut