Luhut Klaim Ekonomi Indonesia Dipuji Bank Dunia

Aditya Pratama ยท Senin, 22 Juni 2020 - 14:10 WIB
Luhut Klaim Ekonomi Indonesia Dipuji Bank Dunia

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan. (Foto: iNews.id/Ilma De Sabrini)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan mengatakan, ekonomi Indonesia lebih baik dibandingkan negara-negara emerging market. Bank Dunia disebutnya memuji ekonomi Indonesia yang tumbuh positif pada kuartal I-2020.

Luhut mengatakan, pujian itu disampaikan saat bertemu secara virtual dengan jajaran Bank Dunia sebanyak dua kali.

"Terakhir tiga hari lalu, hari Jumat saya berkomunikasi lagi dengan World Bank di Washington, ini kalau kita lihat kita memang tumbuh di 2,97 persen dan Ibu Ani (Menteri Keuangan, Sri Mulyani) mengingatkan bahwa kita mungkin akan tumbuh negatif kuartal II ini," ujar Luhut saat rapat dengan Badan Anggaran DPR, Senin (22/6/2020).

Menurut dia, ekonomi kuartal II-2020 yang akan tumbuh negatif sudah diantisipasi sebelumnya. Negara-negara lain juga mengalami hal yang sama. Yang jelas, kata dia, Indonesia dipandang sebagai negara yang baik.

"Dari komentar World Bank kemarin, di antara emerging market itu, Indonesia masih dianggap yang terbaik, baik makro maupun mikro, itu statement dari Ibu Victoria (Wakil Presiden Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik, Victoria Kwakwa)," kata dia.

Purnawirawan jenderal TNI itu sebelumnya mengatakan, pandemi Covid-19 telah mengguncang ekonomi Indonesia. Hal ini terlihat dari pertumbuhan ekonomi tiga bulan pertama tahun ini sebesar 2,97 persen.

Namun, kata dia, ekonomi perlahan mulai pulih seiring pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pemulihan ini tercermin dari berbagai indikator ekonomi. Salah satunya kurs rupiah terhadap dolar AS.

"Anda lihat sudah Rp13.000 sekian, dua, tiga minggu terakhir ini sudah ada capital inflow 1,5 miliar dolar AS, yield (obligasi) juga membaik 1,2 persen. Banyak indikasi lain yang membaik. Apa kita sudah sempurna? Ya belumlah, tapi kalau dibilang kita tidak mengerjakan dengan benar, market yang akan membaca," tuturnya, Jumat (5/6/2020)

Editor : Rahmat Fiansyah