Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jangan Lewatkan Rakyat Bersuara: MA Batalkan Suket Gibran, Apa Dampaknya? Live di iNews Malam Ini
Advertisement . Scroll to see content

MA Perintahkan Pemerintah Hapus Biaya Pengesahan STNK

Kamis, 22 Februari 2018 - 14:10:00 WIB
MA Perintahkan Pemerintah Hapus Biaya Pengesahan STNK
Ilustrasi (Foto: Okezone.com)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Mahkamah Agung (MA) memutuskan untuk menghapus biaya pengesahan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Keputusan itu dibuat setelah seorang warga bernama Noval Ibrahim Salim sebagai pihak pemohon mengajukan gugatan terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 2016 Tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Pemilik kendaraan roda dua merek Honda bernomor polisi M 2345 BC itu menilai pengenaan tarif pengesahan STNK tidak memiliki dasar hukum.

Pihak termohon dalam hal ini Presiden Joko Widodo, dinilai tidak mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat yang terbebani dengan kenaikan harga BBM, tarif listrik dan lain-lain saat menandatangani aturan tersebut.

Gugatan itu sendiri ada dalam Lampiran Nomor E angka 1 dan 2 Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis PNBP yang berlaku pada Kepolisian RI (Polri). Dalam putusannya, MA menyatakan, pengenaan biaya pengesahan STNK bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi, yakni Pasal 37 ayat (5) UU Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.

Dalam UU itu disebutkan bahwa legalisasi/fotocopy dokumen yang dilakukan Badan atau Pejabat Pemerintah tidak dipungut biaya.

"Karenanya (pemungutan biaya pengesahan STNK red) tidak berlaku," demikian putusan MA yang dibacakan pada 14 Juni 2017, seperti dikutip Kamis (22/2/2018).

MA juga memerintahkan kepada Presiden Republik Indonesia untuk mencabut Lampiran Nomor E angka 1 dan 2 Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Bukan Pajak yang berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia. (Abu Sahma Pane)

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut