Manfaatkan Bonus Demografi, Pemerintah Diminta Kembangkan SDM  Ahli Digital

Isna Rifka Sri Rahayu · Minggu, 01 September 2019 - 16:02 WIB
Manfaatkan Bonus Demografi, Pemerintah Diminta Kembangkan SDM  Ahli Digital

Pemerintah harus memanfaatkan dengan baik masa-masa bonus demografi ini. Salah satunya dengan membekali generasi muda dengan kemampuan digital. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA, iNews.id - Lonjakan usia tua setelah bonus demografi harus diantisipasi pemerintah dengan baik. Pasalnya, hal ini akan membuat penduduk usia produktif berkurang drastis sehingga berdampak ke perekonomian.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, jumlah penduduk usia tua yang lebih banyak dari usia muda ini dapat menyebabkan pelaku usaha meninggalkan Indonesia. Pasalnya dari bonus demografi yang usia produktifnya sangat banyak di 2020-2030, Indonesia menjadi negara yang tidak lagi produktif.

"Itu bisa turunkan produktivitas karena industri juga mencari negara lain dengan usia produktif yang lebih besar dari Indonesia," ujarnya kepada iNews.id, Minggu (1/9/2019).

Oleh karenanya, pemerintah harus memanfaatkan dengan baik masa-masa bonus demografi ini. Salah satunya dengan membekali generasi muda dengan kemampuan digital agar memiliki daya saing tinggi.

"Selagi masih bonus demografi harus ada upgrading skill. Khususnya skill di sektor digital," ucapnya.

Seperti diketahui, di era digital ini industri berbasis teknologi dan internet berkembang pesat dan cepat. Agar generasi muda saat ini dapat mengikuti perkembangan tersebut hingga masa tuanya maka diperlukan pembekalan keahlian akan hal tersebut.

"Itu untuk bertahan di saat populasi lansianya nanti meningkat," kata dia.

Saat ini industri yang masih memiliki potensi untuk berkembang ke depannya seperti e-commerce, transportasi online, pinjaman online, hingga travel agent online. Pemerintah perlu mengarahkan generasi muda untuk bisa mengembangkan hal tersebut hingga masa tuanya.

Misalnya dengan memberikan pelatihan teknik komputer, pemrograman, hingga keahlian untuk berwirausaha sendiri tapi dengan tetap berbasis teknologi dan digital.

"Momen saat ini sampai 2030 perlu generasi milenial yang produktivitasnya tinggi. Nah sektor yang bisa diandalkan sebagian besar ada di sektor digital, industri 4.0, e-commerce dan sebagainya," tutur dia.

Menurut dia, jika pemerintah gagal mengantisipasi hal ini tidak hanya menurunkan produktivitas nasional tapi juga akan menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sehingga memperlebar defisit yang bermuara pada membengkaknya utang Indonesia.

Kualitas sumber daya manusia yang tidak optimal ini juga dapat membuat Indonesia tetap terjebak pada pusaran middle income trap. Meskipun saat bonus demografi justru sangat memungkinkan dapat mengeluarkan Indonesia dari jebakan tersebut.

Editor : Ranto Rajagukguk