Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 5 Fakta Mundurnya Dirut BEI: Kesalahan Fatal hingga IHSG Trading Halt
Advertisement . Scroll to see content

Mantan Mendag Dorong Pemerintah dan Pengusaha Bersinergi Jaga Ekonomi

Rabu, 10 Juni 2020 - 23:12:00 WIB
Mantan Mendag Dorong Pemerintah dan Pengusaha Bersinergi Jaga Ekonomi
Mantan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Mantan menteri perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mendorong pengusaha dan pemerintah bersinergi dalam menjaga ekonomi di masa pandemi Covid-19. Kondisi pandemi virus corona dinilai tidak hanya memukul perekonomian dalam negeri tapi internasional.

“Ini menjadi tantangan buat ekonomi Indonesia mengingat saat ini tidak ada negara yang betul-betul aman secara ekonomi. Ini karena semua terhubung dalam satu rantai pasok global yang saling bergantung satu sama lain. Jadi, jika komoditas tertentu di suatu negara terganggu, maka sudah tentu dampaknya juga dirasakan oleh negara lain,” kata Enggar dalam keterangannya, Rabu (10/6/2020).

Enggar mengatakan, dalam suasana resesi global seperti ini, psikologi pasar tidak stabil sehingga hampir semua negara akan melakukan intervensi terhadap pasar domestik masing-masing. Menurut dia, tidak ada negara yang ingin runtuh ekonominya sehingga akan melakukan segala cara untuk menjaganya, dari memberikan stimulus hingga melakukan proteksi terhadap komoditas strategis.

Dia memberi contoh, pabrik otomotif Indonesia saat ini mengalami kesulitan karena meski produksi mobil dilakukan di Indonesia, tetapi sebagian besar komponennya dipasok dari negara lain, seperti dari Wuhan, China. Karena itu, sejak Wuhan dikarantina, pabrikan ini mengalami kesulitan.

“Ketergantungan terhadap pasokan negara lain ini harus menjadi perhatian semua pihak. Pemerintah dan pengusaha harus bersinergi. Pandemi ini harus jadi momentum untuk melakukan evaluasi. Pelajarannya, bahwa ke depan ketergantungan itu harus diminimalkan dengan menggenjot produksi dalam negeri, baik dari bahan baku hingga bahan jadinya. Sehingga secara ekonomi, kita bisa mandiri dan betul-betul kuat,” kata Enggar.

Dibanding banyak negara yang mengalami resesi, Indonesia saat ini masih cukup beruntung. Enggar mengatakan, sampai saat ini pertumbuhan Indonesia masih positif belum negatif, seperti dialami Amerika Serikat, dan banyak negara lainnya. 

Dengan begitu, keberuntungan itu harus dijaga dengan memperkuat faktor-faktor penopang. Enggar meminta pemerintah agar menjaga perputaran ekonomi di tingkat bawah. Salah satunya dengan menjaga pasar tradisional mengingat ekonomi rakyat sebagian besar digerakkan oleh pasar tradisional.

Saat ini, dalam kondisi pandemi, pasar tradisional harus tetap berjalan tetapi dengan protokol kesehatan yang ketat. “Misalnya, diatur jalan dan jaraknya. Pasar tradisional memang membutuhkan keahlian khusus untuk mengaturnya, tetapi ini harus dilakukan karena pasar jantung ekonomi rakyat. Harus ada pendaftaran pedagang, pengaturan pedagang kaki lima, misalnya dengan sistem ganjil genap, jadi penjualnya digilir dan sistem serupa juga bisa dipakai di pasar modern. Intinya, protokol kesehatan harus diterapkan, tetapi ekonomi juga berjalan,” katanya.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut