Maria Pauline Lumowa Diekstradisi, Erick Thohir Tagih Uang Rp1,7 Triliun

Suparjo Ramalan ยท Kamis, 09 Juli 2020 - 17:24 WIB
Maria Pauline Lumowa Diekstradisi, Erick Thohir Tagih Uang Rp1,7 Triliun

Maria Pauline Lumowa, tersangka pembobolan uang Rp1,7 triliun di BNI cabang Kebayoran Baru. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id -  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir merespons positif upaya ekstradisi Maria Pauline Lumowa, tersangka pembobolan uang Rp1,7 triliun di BNI cabang Kebayoran Baru. Dengan tertangkapnya tersangka utama ini diharapkan uang BNI segera dikembalikan.

"Kita mendukung betul langkah-langkah ini, dan mudah-mudahan selama proses hukum di Indonesia itu juga bisa membawa dampak, bahwa kerugian yang dialami oleh BNI bisa dikembalikan oleh tersangka dengan kembalinya ke indonesia,” kata Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga, Kamis (9/7/2020).

Dia mengapresiasi langkah Menteri Hukum dan Hak Asasi Manuasi (Menkumham) Yasonna Laoly yang berhasil mengekstradisi Maria Pauline dari Serbia ke Indonesia. Keberhasilan ekstradisi tersebut merupakan sebuah prestasi dari Menkumham. 

"Walaupun Serbia tidak memiliki hubungan ekstradisi di kita, tapi berhasil dibawa ke Indonesia. Ini hal yg kita lihat, hal yg besar ini prestasi yang dilakukan oleh teman-teman dari Kementerian Hukum dan Ham," ujar Arya.

Kementerian BUMN juga berterima kasih kepada Duta Besar Indonesia di Serbia. Dia menilai, kedutaan banyak membantu proses penangkapan Marie Pauline. 

Sebaga informasi, Maria Pauline bersama Adrian Waworuntu melakukan aksi pembobolan pada 2002-2003. Pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003, BNI mengucurkan pinjaman senilai 136 juta dolar AS dan 56 juta euro atau setara Rp1,7 triliun dengan kurs saat itu. Pinjaman ini disalurkan ke PT Gramarindo Group yang dimiliki Maria Pauline Lumowa dan Adrian Waworuntu. 

Modus operandinya, PT Gramarindo menggunakan fasilitas kredit ekspor (L/C) dengan dokumen ekspor fiktif. Perusahaan itu menggunakan BNI sebagai advising/confirming bank. L/C tersebut fiktif karena perusahaan sama sekali tak melakukan ekspor BBM sesuai dokumen tapi malah menerima pembayaran.

Editor : Ranto Rajagukguk