Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menko Airlangga Ungkap RI Punya Daya Tarik Investasi yang Kuat, Ini Alasannya
Advertisement . Scroll to see content

Menhub Rayu Pengusaha AS Investasi Bangun Infrastruktur Transportasi

Selasa, 20 Oktober 2020 - 21:59:00 WIB
Menhub Rayu Pengusaha AS Investasi Bangun Infrastruktur Transportasi
Menhub Budi Karya bertemu pengusaha AS membahas peluang kerja sama dan investasi di Indonesia, khususnya di sektor transportasi. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi bertemu dengan para pimpinan perusahaan asal Amerika Serikat (AS) Delegasi US-ASEAN Business Council (US-ABC). Pertemuan ini untuk membahas peluang kerja sama dan investasi di Indonesia, khususnya di sektor transportasi dan konektivitas.

Pemerintah saat ini tengah fokus dan memprioritaskan pembangunan infrastruktur transportasi, seperti bandara, pelabuhan, jaringan terminal transportasi darat, kereta api, dan angkutan massal perkotaan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

"Kami mengundang para investor nasional dan asing untuk berinvestasi membangun dan mengoperasikannya,” ujar Menhub di Jakarta, Selasa (20/10/2020)

Menhub mengatakan, Pemerintah Indonesia telah berupaya menyempurnakan regulasi, melakukan terobosan kebijakan, serta membuka opsi berbagai skema pendanaan untuk mendorong kemudahan berinvestasi di Indonesia. Ini tercermin dari disahkannya UU Cipta Kerja atau Omnibus Law.

Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan iklim investasi dan daya saing Indonesia. “Amerika Serikat menjadi salah satu investor terbesar dalam 1.300-an lebih proyek di Indonesia. Saat ini sebagian investasi dari AS difokuskan pada pertambangan. Saya sangat berharap melalui skema KPBU, banyak investor AS yang tertarik berpartisipasi dan berinvestasi dalam proyek infrastruktur transportasi Indonesia,” kata Menhub.

Selain itu, Menhub mendorong terciptanya konektivitas transportasi antara Indonesia dan Amerika Serikat melalui “travel bubble” atau koridor perjalanan yang aman dan sehat dalam upaya pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19, terutama bagi kalangan bisnis.

“Indonesia telah membuat koridor perjalanan dengan China, Korea Selatan serta Singapura. Untuk itu, kami juga mendorong terciptanya koridor perjalanan yang aman antara Indonesia dan Amerika Serikat serta berbagai negara lainnya dalam bisnis dan pemulihan ekonomi,” katanya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut