Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : DJP: 11,19 Juta Wajib Pajak Sudah Aktivasi Akun Coretax
Advertisement . Scroll to see content

Menkeu Kritik Pedas Mahasiswa yang Sebut Indonesia Darurat Utang

Kamis, 10 Oktober 2019 - 20:27:00 WIB
Menkeu Kritik Pedas Mahasiswa yang Sebut Indonesia Darurat Utang
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat memberikan orasi ilmiah di Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur, Kamis (10/10/2019). (Foto: Okezone)
Advertisement . Scroll to see content

MALANG, iNews.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali ditanya soal utang pemerintah sesuai memberikan orasi ilmiah di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Namun, pertanyaan tersebut langsung dikritisi oleh Menkeu.

Seorang mahasiswa UMM yang bernama Muhammad Naufal mempertanyakan urgensi pemerintah dalam berutang. Di sela-sela pertanyaannya, dia juga menyebut Indonesia saat ini tengah darurat utang luar negeri.

Mendengar pertanyaan tersebut, Menkeu menjelaskan bahwa hampir semua negara di dunia ini berutang, termasuk negara maju sekalipun seperti AS, Jepang, dan China. Menurut dia, utang adalah hal yang biasa sepanjang dipakai untuk kepentingan produktif.

Selain itu, kata Menkeu, risiko suatu utang bisa diukur, misalnya lewat rasio utang terhadap PDB. Dia pun mempertanyakan argumentasi mahasiswa tersebut yang menyebut Indonesia tengah darurat Indonesia.

"Bagaimana tolak ukurnya darurat? Jangan hanya menggunakan kata darurat, tapi tidak tahu tolak ukurnya," kata Menkeu di Malang, Jawa Timur, Kamis (10/10/2019).

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu menilai, mahasiswa selaku kelompok intelektual seharusnya bisa membaca dan memahami data dengan baik, termasuk mendiskusikannya.

"Sangat disayangkan kalau mahasiswa tidak bisa melihat dan membaca data, kalau kalian begitu namanya bukan mahasiswa" kata Menkeu.

Menurut dia, banyak data saat ini lebih mudah diakses. Bahkan, Kementerian Keuangan mempublikasikan data APBN di website. Semua orang bisa melihat dan belajar.

"Setelah bisa membaca data, baru bisa menganalisis kritikal, kalau perlu diskusi dengan teman jurusan ekonomi di kampus lain, baru kita bisa berdebat mengenai data," tuturnya. (Avirista Midaada)

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut