Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Juda Agung Resmi Jadi Wamenkeu, Airlangga Harap Sinkronisasi Fiskal-Moneter Makin Baik
Advertisement . Scroll to see content

Menko Airlangga: 179.000 Orang Telah Divaksinasi Covid-19

Selasa, 26 Januari 2021 - 12:17:00 WIB
Menko Airlangga: 179.000 Orang Telah Divaksinasi Covid-19
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: Humas Setkab)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan sebanyak 179.000 orang telah sudah melakukan vaksinasi Covid-19 dari total 1,48 juta dosis yang didistribusikan hingga 25 Januari 2021. Airlangga menyatakan, Indonesia merupakan salah satu negara di ASEAN yang melakukan vaksinasi di awal tahun dengan didahului oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 13 Januari 2021.

“Diharapkan bahwa ini bisa mencapai target dan saat sekarang sekitar 179.000 orang telah divaksinasi,” katanya dalam acara Akselerasi Pemulihan Ekonomi di Jakarta, Selasa (26/1/2021).

Airlangga menjelaskan, tahapan sasaran penerima vaksin Covid-19 gratis adalah gelombang pertama yaitu Januari hingga April 2021 untuk 1,3 juta tenaga kesehatan, 17,4 juta pelayan publik, serta 21,5 juta orang lanjut usia. Kemudian gelombang kedua yaitu April 2021 hingga Maret 2022 untuk 63,9 juta masyarakat rentan di daerah risiko penularan tertinggi dan 77,4 juta masyarakat lain.

Di sisi lain, Airlangga menuturkan, Jokowi meminta penyelesaian vaksinasi terhadap 77,4 juta masyarakat Indonesia dapat dipercepat dari semula Januari hingga Maret 2022. “Pemerintah sudah membuat jadwal di mana ada percepatan terhadap 77 juta masyarakat yang rencana awal Januari-Maret tahun depan itu ditarik ke depan,” ujarnya.

Dia memastikan pemerintah akan terus memonitor jalannya proses vaksinasi terhadap masyarakat yang diiringi dengan giat disiplin protokol kesehatan yang mencakup 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Tak hanya itu, dia menegaskan penurunan fatality rate juga tetap menjadi fokus pemerintah yang meliputi tracing, testing dan treatment sejalan dengan dipastikannya ketersediaan obat serta ketersediaan rumah sakit. “SOP protokol yang baik juga diberlakukan sehingga beberapa rumah sakit bisa menangani secara baik dan tingkat kapasitas dari pelayanan kesehatan baik itu ketersediaan tempat tidur maupun ruang di isolasi,” tuturnya.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut