Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hadiah MotionBank Berlimpah di Ramadan Penuh Berkah, Ini Cara Dapatnya!
Advertisement . Scroll to see content

Mentan Syahrul Ungkap Persiapan Pangan pada Ramadan 2021

Sabtu, 13 Februari 2021 - 13:23:00 WIB
Mentan Syahrul Ungkap Persiapan Pangan pada Ramadan 2021
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Jelang datangnya bulan suci Ramadan 2021, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memastikan persiapan dan kesiapan kebutuhan pangan nasional dilakukan secara menyeluruh. Persiapan itu di antaranya dengan mengintervensi sistem distribusi, yakni dengan mendekatkan stok pangan yang ada ke seluruh pasar-pasar di tiap daerah.

"Pertama kita melakukan intervensi dengan mendekatkan stok kita ke pasar. Lalu mendekatkan sentral komoditi yang dibutuhkan di seluruh daerah. Kemudian yang kedua Kementan bersama Kemendag akam melakukan operasi pasar. Konsolidasi ini sudah kita persiapkan dari sekarang," ujar Mentan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (13/2/2021).

Dia menjelaskan, ibadah bulan suci tidak boleh diganggu atau bersoal dengan kecukupan pangan. Karena itu semua upaya akan dilakukan pemerintah agar masyarakat bisa menjalankan ibadah puasa secara nyaman dan aman.

"Yang pasti kita tidak boleh membuat harga mahal sehingga rakyat kita tidak bisa makan. Tapi kita juga tidak boleh bergantung pada impor. Oleh karena itu semua upaya harus kita lakukan," katanya.

Secara umum, kata Mentan, pihaknya sudah menyediakan 11 kebutuhan bahan pokok secara baik. Bahan pokok tersebut, yaitu beras, minyak goreng, cabai, bawang, gula, telur serta ayam potong. Sedangkan kebutuhan daging, stoknya yang terbatas hanya pada daging segar.

"Dari data yang kami miliki, stok daging beku kita cukup untuk bertahan sampai bulan ke depan. Kita punya kekurangan daging 200.000 ton, sementara yang kita makan 600.000 ton lebih dan ketersediaan kita hanya 400.000 ton. Yang pasti kita tidak boleh bergantung. Oleh karena itu sesuai arahan bapak presiden kita harus memperkuatnya dengan upaya yang ada," tuturnya.

Karena itu, Mentan memerintahkan seluruh jajaran Kementan untuk memantau semua pergerakan komoditas pangan nasional, baik yang berkaitan dengan harga maupun dengan sistem distribusi.

"Makanya bicara pertanian itu tidak bisa bicara diatas kertas, harus mencium aroma lapangan. Setiap daerah kan memiliki iklim, kontur dan spesifikasi yang berbeda. Dari Aceh sampai Papua tidak akan sama. Pertanian itu akan berkait dengan cuaca dan bencana alam. Oleh karena itu pendekatannya harus melihat langsung situasi secara rutin," tuturnya.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut