Menteri Basuki Minta Tol Bengkulu Beroperasi Paling Lambat Maret 2021

Rahmat Fiansyah ยท Senin, 18 Maret 2019 - 11:05 WIB
Menteri Basuki Minta Tol Bengkulu Beroperasi Paling Lambat Maret 2021

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Pembangunan ruas tol Lubuklinggau - Curup - Bengkulu sepanjang 95,8 kilometer (km) akan segera dimulai. Ruas tol yang menjadi bagian dari Trans Sumatera ditargetkan beroperasi paling lambat Maret 2021.

"Target rampung Maret 2021, saya minta adalah target terlama, artinya saya harapkan bisa lebih cepat dari Maret 2021," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono melalui keterangan tertulis, Senin (18/3/2019).

Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) Lubuklinggau - Curup - Bengkulu resmi ditandatangani. Pemerintah menugaskan PT Hutama Karya (Persero) untuk mengerjakan ruas tol dengan nilai investasi sekitar Rp33 triliun tersebut.

Ruas tol Lubuklinggau - Curup - Bengkulumenjadi bagian koridor pendukung tol Palembang-Bengkulu sepanjang 351,5 km. Tol ini terdiri dari tiga seksi yaitu Taba Penanjung - Bengkulu (17,6 km), Kepahiang - Taba Penanjung (23,7 km), dan Lubuklinggau - Kepahiang (54,4 km). Seksi I inilah yang diharapkan bisa segera beroperasi.

Konstruksi jalan tol ini cukup menantang karena akan dibangun terowongan sepanjang 7 km menembus Bukit Barisan. Selain itu, Hutama Karya juga harus membangun jembatan bentang panjang di atas lembah dengan ketinggian pilar mencapai 45-90 meter.

Menteri Basuki mengatakan, pembangunan tol tersebut merupakan perintah langsung dari Presiden Joko Widodo. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu tertinggal dibandingkan provinsi-provinsi lain di Sumatera.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Danang Parikesit menambahkan, proses pengadaan tanah akan dilakukan Juni 2019 dimulai dari seksi Taba Penanjung - Bengkulu. Dia menargetkan seluruh seksi ruas tol ini bisa beroperasi penuh pada Desember 2022.

Editor : Rahmat Fiansyah