Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Demi Sekolah, Siswa SD di Pandeglang Nekat Lewati Jembatan Ambruk
Advertisement . Scroll to see content

Menteri PUPR Salahkan WIKA soal Ambruknya Jembatan Cincin Lama

Jumat, 04 Mei 2018 - 21:27:00 WIB
Menteri PUPR Salahkan WIKA soal Ambruknya Jembatan Cincin Lama
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. (Foto: iNews.id/Isna Rifka)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memberi peringatan keras kepada kontraktor Jembatan Cincin Lama yaitu PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Sebab, WIKA bertanggung jawab pada ambruknya jembatan tersebut pada 17 April kemarin.

"Peringatan keras kontraktor lalu konsultan pengawas, dan jajaran balai (Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional/BBPJN wilayah VIII)," kata Basuki di Lemdiklat Polri, Jakarta, Jumat (4/5/2018).

Ia mengatakan, hasil evaluasi telah membuktikan adanya kelebihan beban pada jembatan tersebut. Namun, material jembatan cincin lama masih diteliti di laboratorium untuk menindaklanjuti penyebab kecelakaan.

Ia memperkirakan, perbaikan jembatan ini akan rampung pada 10 hari sebelum Lebaran supaya bisa dilalui oleh para pemudik. Sampai saat ini, ia mengklaim progres perbaikan sesuai jadwal yang ditargetkan.

"On schedule semua, karena ada pemeriksaan kepolisian. Targetnya H-10 Lebaran jadi," ujarnya.

Sebelumnya, Jembatan Cincin atau Jembatan Babat-Widang yang menghubungkan Kabupaten Lamongan-Tuban, Jawa Timur ambrol. Pemerintah segera melakukan perbaikan dengan membangun kembali bentang jembatan yang putus.

Basuki berharap dalam waktu 40 hari jembatan ini sudab dapat dilewati. Sebab, posisi jembatan yang cukup vital menjadi lintasan mudik untuk wilayah pantai utara Pantura sehingga perbaikan harus rampung sebelum lebaran.

Diharapkan kerusakan yang terjadi tidak turut merusak pondasi jembatan karena jika pondasinya rusak maka bisa memakan waktu yang lebih lama untuk perbaikan. Proses akan cepat dilakukan jika kondisi konstruksi pondasi jembatan masih baik sehingga hanya memasang bentang baja yang putus.

"Lebaran kurang dua bulan kan, kita akan ganti, itu bentang 50 meter, kita kirim mulai hari ini dari Citereup," ujarnya di kantornya, Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Dugaan sementara terjadinya kecelakaan tersebut karena muatan berlebihan pada kendaraan-kendaraan yang tengah melintas. Saat ini pihaknya sudah menyerahkan kecelakaan ini ke polisi untuk diselidiki penyebabnya dan mengirim anggota komite untuk sebagai teknisi jembatan.

"Kalau tahun 75 dengan beban maksimum 70 ton. Kalau sampai 120 ton yang lewat. Itu baru quick assesmennya," tuturnya.

Kendati demikian sebagai alternatif, jembatan bailey juga bisa digunakan. Namun, jembatan sementara tersebut juga tidak terlalu kuat sehingga tetap perlu kehati-hatian untuk menggunakan.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut