Mudik Dilarang, Peredaran Uang di Jabodetabek Naik 61 Persen

Dita Angga ยท Senin, 17 Mei 2021 - 13:58:00 WIB
Mudik Dilarang, Peredaran Uang di Jabodetabek Naik 61 Persen
Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto (kanan).

JAKARTA, iNews.id - Kebijakan larangan mudik berdampak pada perputaran uang secara nasional. Jika selama Ramadan dan Lebaran peredaran uang menyebar ke daerah-daerah, maka saat ini terkonsentrasi di ibu kota.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, peredaran uang di Jabodetabek tumbuh di atas rata-rata nasional.
“Khusus di Jabodetabek, BI (Bank Indonesia) mencatat penarikan dana tunai naik 61 persen atau Rp34,8 triliun dan ini lebih tinggi dibandingkan nasional,” ujarnya di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (17/5/2021).

Berdasarkan data BI, kata Airlangga, peredaran uang tunai mencapai Rp154,5 triliun. Angka tersebut tumbuh 41,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional itu menilai, kondisi ini terjadi akibat larangan mudik. Airlangga menyebut masyarakat saat Lebaran menghabiskan banyak uang di kawasan aglomerasi.

“Nah kemudian tentunya pelarangan mudik melalui PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) juga telah mendorong adanya belanja di wilayah aglomerasi. Kemudian kalau dilihat dari pertumbuhan secara parsial kita lihat bahwa sektor-sektor pertanian, pengadaan listrik, air, informasi komunikasi, keuangan, dan kesehatan sudah positif,” kata Airlangga.

Editor : Rahmat Fiansyah