Naik 6 Peringkat, Daya Saing Digital Indonesia Masih Jauh di Bawah Singapura

Rahmat Fiansyah ยท Kamis, 26 September 2019 - 22:01 WIB
Naik 6 Peringkat, Daya Saing Digital Indonesia Masih Jauh di Bawah Singapura

E-commerce. (Foto: ilustrasi/Okezone)

LAUSANNE, iNews.id - Indeks daya saing digital Indonesia pada tahun ini menanjak cukup tajam hingga enam peringkat ke posisi 56 dari 63 negara yang disurvei. Namun, posisi tersebut masih jauh bila dibandingkan Singapura yang menduduki peringkat dua.

Arturo Bris, Direktur IMD World Competitiveness Center mengatakan, kekuatan daya saing digital Singapura terletak pada melimpahnya talenta digital dan kerangka teknologi. Kedua indikator itu menempati posisi pertama di dunia.

"Untuk Indonesia, kenaikannya sebagian besar didorong oleh faktor teknologi (47), dengan peningkatan pada persepsi pemerintah tentang efektivitas kerangka regulasi (57) dan ketersediaan modal untuk pengembangan teknologi (26)," kata Bris melalui keterangan tertulis yang diterima iNews.id, Kamis (26/9/2019).

Kedua indikator tersebut, kata Bris, melompat cukup tajam. Persepsi pemerintah tentang efektivitas kerangka regulasi naik dari posisi 57 ke 51 sementara ketersediaan modal untuk pengembangan teknologi menanjak dari 34 ke 26.

Kendati demikian, kenaikan peringkat daya saing digital Indonesia merupakan yang tertinggi kedua setelah China. Posisi Negeri Tirai Bambu itu melesat delapan peringkat dari 30 menjadi 22.

"Dalam kauss China, kenaikan terutama didorong oleh faktor pengetahuan (18) yang tampak pada kemajuan sub faktor pelatihan dan pendidikan (37) serta konsentrasi pada sesuatu yang ilmiah (9)," kata Bris.

Secara umum, negara-negara Asia mengalami kenaikan daya saing digital. Selain Singapura yang menempati posisi teratas setelah AS, ada Hong Kong dan Korea Selatan yang untuk kali pertama masuk dalam posisi 10 besar.

"Negara-negara (Asia) ini menunjukkan kemajuan yang kuat dalam hal infrastruktur teknologi dan kelincahan dalam dunia bisnis," ujarnya.

Berikut daftar lengkap indeks daya saing digital versi IMD World Digital Competitiveness tahun 2019:

Editor : Rahmat Fiansyah