Negara Rugi Rp1,5 Miliar akibat Penyelundupan Harley dan Brompton di Pesawat Garuda

Ilma De Sabrini ยท Kamis, 05 Desember 2019 - 17:02 WIB
Negara Rugi Rp1,5 Miliar akibat Penyelundupan Harley dan Brompton di Pesawat Garuda

Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah), Menteri BUMN Erick Thohir (kanan), dan Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi (kiri) saat jumpa pers hasil investigasi penyelundupan moge Harleydan sepeda Brompton di Jakarta, Kamis (5/12/2019). (Foto: iNews.id/Ilma)

JAKARTA, iNews.id - Skandal penyelundupan moge Harley-Davidson (HD) dan sepeda lipat Brompton lewat pesawat baru terjadi di internal maskapai Garuda Indonesia. Pengiriman barang secara ilegal itu dinilai merugikan negara.

"Perkiraan total kerugian negara berkisar antara Rp532 juta-Rp1,5 miliar," ujar Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Menkeu menyebut, moge Harley-Davidson yang diselundupkan oleh Dirut Garuda merupakan motor bekas keluaran tahun 1970-an. Saat ditelusuri, harga moge tersebut bervariasi antara Rp200-Rp800 juta. Sementara, dua sepeda lipat Brompton yang disita bernilai Rp50-60 juta per unit.

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu menuturkan, barang ilegal tersebut ditemukan di lambung pesawat yang memuat bagasi penumpang. Saat itu, ditemukan beberapa koper bagasi penumpang dan 18 koli yang memiliki claimtag penumpang Koli-koli tersebut berisi sparepart Harley dan sepeda Brompton.

Barang-barang tersebut dinilai melakukan pelanggaran kepabeanan karena tidak membayar bea masuk dan pajak yang merugikan negara. Untuk itu, dia meminta investigasi lebih lanjut.

"Saya perintahkan Bea Cukai untuk lakukan pemeriksaan, selesaikan seluruh kasus ini, dan melakukan penyelidikan sesuai perundang-undangan yang berlaku," ucapnya.

Editor : Rahmat Fiansyah