New Normal Strategi Bangkitkan Kembali Ekonomi, Protokol Kesehatan Wajib Dijalankan

Dani M Dahwilani ยท Sabtu, 27 Juni 2020 - 23:00 WIB
New Normal Strategi Bangkitkan Kembali Ekonomi, Protokol Kesehatan Wajib Dijalankan

Bantuan ekonomi di era New Normal dapat memberikan dorongan untuk penguatan ketahanan nasonal. (Antara)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah telah mengkaji pemberlakuan New Normal di tengah pandemi Covid-19. Keputusan tersebut diambil untuk membangkitkan kembali ekonomi, namun tetap dengan menerapkan protokol kesehatan di era tatanan baru.

"Sekarang kita lagi dalam proses berjalan. Paling utama mengikuti perkembangan di masyarakat, apakah masyarakat itu bisa diajak berubah dalam perilaku supaya kasus ini menurun," ujar Staf Ahli Bidang Konektivitas, Pengembangan Jasa, dan Sumber Daya Alam Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Edi Prio Pambudi dalam webinar di Jakarta, Sabtu (27/6/2020).

Edi menjelaskan, adanya penambahan kasus Covid-19 relevan dengan peningkatan kapasitas dari sisi pemeriksaan dengan cakupan lebih luas. Tujuannya adalah untuk menemukan orang-orang yang terinfeksi, kemudian diambil langkah secepatnya supaya menghindari penyebaran.

"Apakah karena dengan pelonggaran kemudian terjadi seperti ini, tidak. Tapi juga bisa karena target pemeriksaan diperluas. Yang pasti kita juga menjaga jangan sampai karena semakin lama kegiatan usaha dihentikan, kemudian menimbulkan ketidakpastian, itu nanti bisa panjang eksesnya," katanya.

Edi menerangkan dari sisi ekonomi New Normal akan pergerakkan sosial dan sebagainya. "Tentu kita tidak mengharapkan itu (penambahan Covid-19) terjadi. Hingga pemerintah, bahkan melalui gugus tugas memantau dan memantau terus bagaimana perkembangan ini.

"Kita akan coba, jangan sampai kemudian pada saat sudah mulai pulih, tapi ternyata ada masalah dengan kegiatan usahanya. Karena tiga bulan ditutup itu tidak mudah ya. Nah, inilah yang kemudian kita lakukan secara simultan pararel, bersamaan dan kemudian kita evaluasi. Jangan lupa, proses evaluasi ini terus berjalan," ujar Edi.

Editor : Dani Dahwilani