Oman Kebut Pembangunan Tangki Minyak Terbesar di Timur Tengah

Djairan ยท Kamis, 18 Juni 2020 - 12:50:00 WIB
Oman Kebut Pembangunan Tangki Minyak Terbesar di Timur Tengah
Target ambisius Oman untuk membangun fasilitas penyimpanan minyak terbesar di Timur Tengah akhirnya mengalami kemajuan. (Foto: Reuters)

MUSKAT, iNews.id - Target ambisius Oman untuk membangun fasilitas penyimpanan minyak terbesar di Timur Tengah akhirnya mengalami kemajuan. Proyek tersebut telah ditargetkan sejak tujuh tahun silam, saat kesultanan mengumumkan secara resmi kala itu.

Oman Tank Terminal Company (OTTCO) yang merupakan anak BUMN perminyakan di sana, yaitu Oman Oil Company (OOC), pada 2013 telah menargetkan ladang minyak mentah Ras Markaz akan dapat menyimpan 200 juta barel minyak. Hampir 15 kali lipat dari kapasitas pelabuhan Fujairah Uni Emirat Arab, yang merupakan hub terbesar di kawasan itu, atau berkapasitas 14 juta barel minyak mentah komersial.

Menurut situs resminya, saat ini OTTCO hampir selesai membangun delapan tangki penyimpanan minyak mentah di kilang baru di dekat kota Duqm di Laut Arab. Tangki penyimpanan lainya juga tengah dikebut, yang akan diperuntukkan kepada perusahaan minyak dan para pedagang. Artinya, kemajuan itu akan meningkatkan kapasitas Duqm menjadi setidaknya 25 juta barel sejauh ini.

"Penyimpanan terbesar ini akan dapat digunakan oleh siapa pun yang ingin menghindari jalur di Selat Hormuz, agar terhindari dari gejolak di sana dalam beberapa tahun terakhir. Dari sini nantinya, perusahaan dan pedagang yang memarkir minyaknya akan mudah menuju timur atau barat," ujar Alan Gelder, wakil presiden untuk penyulingan, bahan kimia dan pasar minyak di Wood Mackenzie Ltd, dikutip dari Bloomberg Kamis (18/6/2020).

Pada bulan Maret dan April 2020, tempat penyimpanan minyak mentah sangat dibutuhkan oleh perusahaan dan pedagang yang beroperasi di kawasan teluk tersebut. Apalagi kebijakan lockdown di berbagai negara menyebabkan permintaan energi runtuh.

Para pedagang dan produsen minyak terus berupaya menemukan ruang yang cukup untuk memarkir minyak mentah mereka yang menganggur. Salah satunya dengan menyewa banyak kapal tanker yang berubah menjadi gudang darurat mengambang, untuk menyerap kelebihan pasokan akibat Covid-19 yang belum pernah terjadi sebelumnya. Bahkan, operator terminal di Fujairah harus menolak permintaan penyimpanan pada bulan April karena tak lagi memiliki tempat.

Membuka bisnis penyewaan tangki penyimpanan minyak, akan memberikan pemasukan tambahan bagi Oman, yang keuangannya tahun ini telah terpukul oleh Covid-19 serta akibat penurunan harga minyak. 

Defisit anggarannya diperkirakan membengkak menjadi 17 persen dari produk domestik bruto (PDB) tahun 2020. Bahkan, pemerintah Oman telah berupaya meminta bantuan negara-negara teluk lainnya untuk bantuan keuangan.

Editor : Ranto Rajagukguk