Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Campak Lebih Agresif daripada Covid-19? Ini Faktanya!
Advertisement . Scroll to see content

Pasca-Corona, Sektor Transportasi Akan Berubah Total dengan Atur Jumlah Penumpang

Minggu, 10 Mei 2020 - 19:07:00 WIB
Pasca-Corona, Sektor Transportasi Akan Berubah Total dengan Atur Jumlah Penumpang
Sopir angkot di Padang, Sumbar keluhkan imbas Corona (Antara)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Vice President Asian Development Bank (ADB) Bambang Susantono memprediksikan terjadi perubahan besar di bidang transportasi pasca-pandemi virus corona (Covid-19). Setidaknya dia menyimpulkan dengan istilah 2S dan 2D.

Bambang menjelaskan, terkait 2S yaitu specification (ruang) dan screening fication (penyaringan). Ruang yang dimaksud ialah ke depannya di transportasi umum akan terjadi pengaturan dari segi jumlah penumpang akibat physical distancing.

"Sehingga akan terjadi sesuatu yang benar benar pengaturan ruang yang tidak sebagaimana hal-hal yang biasanya kita alami karena ada physical distancing," ujar Bambang dalam diskusi daring, Minggu (10/5/2020).

Lalu terkait screening fication, akan ada penyaringan penumpang sebelum menaiki transportasi umum. Ke depannya mungkin akan dikeluarkan keterangan yang menyatakan seseorang sehat dan berujung kepada munculnya digital health certification.

"Jadi, ada semacam sertifikat sehat secara digital yang gampang dilihat dan sekarang banyak diskusi bagaimana caranya untuk membuat itu standar internasional terutama untuk penumpang airline (pesawat)," kata dia.

Lalu terkait 2D adalah Desinfektan Station (desinfektan) dan Digitation (digitalisasi). Adapun desinfektan station melakukan desinfektan lebih sering kepada transportasi umum yang belum pernah terjadi sebelum Covid-19 muncul.

"Terakhir ada Digitation, jadi semuanya akan goes digital, memang sebelum ini kita melihat di bidang intelligent transport terjadi tren yang mengarah ke arah sana tetapi tren yang semula gradual sekarang menjadi didorong lebih cepat, mau tidak mau, suka tidak suka. Seperti tadi tiket menjadi ticketless, cash menjadi cashless, tentu itu semua membutuhkan satu apps atau alat digital untuk melakukan transaksi tersebut," ucap Bambang.

Dari itu semua, tentunya diperlukan adanya subsidi oleh pemerintah. Namun, pemberian tergantung dari kondisi negara dan kota bersangkutan.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut