Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Geger, Elon Musk Ngaku Tak Bahagia meski Berharta Rp14.300 Triliun Lebih
Advertisement . Scroll to see content

Pede Tak Tertular Covid-19, Elon Musk dan Keluarga Ogah Disuntik Vaksin

Selasa, 29 September 2020 - 14:43:00 WIB
Pede Tak Tertular Covid-19, Elon Musk dan Keluarga Ogah Disuntik Vaksin
CEO Tesla & SpaceX, Elon Musk. (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

NEW YORK, iNews.id - Founder Tesla dan SpaceX, Elon Musk memastikan dia dan keluarga, termasuk anaknya tidak mau disuntik vaksin virus corona bila vaksin sudah tersedia. Dia yakin tidak akan tertular Covid-19.

“(Vaksin) Itu tidak akan saya lakukan karena saya tidak berisiko terinfeksi Covid-19, begitu pula anak-anak saya," ujar Musk dikutip dari Business Insider, Selasa (29/9/2020).

Tak hanya ogah divaksin, Musk juga pernah mengkritik kebijakan lockdown yang diterapkan pemerintah AS. Dia menyebut, kebijakan itu hanya sia-sia.

"Pada dasarnya, yang benar bukan lockdown untuk seluruh wilayah, tetapi menurut saya, siapapun yang berisiko tetap harus dikarantina sampai badai ini berlalu," kata dia.

Pernyataan Musk soal Covid-19 beberapa kali kontroversial. Pada Maret 2020, dia yakin virus corona bakal hilang pada akhir April yang tentu saja keliru.

Dia juga pernah mengklaim anak-anak dan remaja tidak akan berisiko terkena Covid-19. Padahal, belakangan data menunjukka tak sedikit anak muda yang meninggal karena wabah tersebut.

Dia pernah menyebut corona adalah hal yang bodoh, bahkan mengatakan obat malaria hidroklorokuin sebagai obat Covid-19, hingga mempertanyakan data seputar kematian akibat virus corona.

Ketika pemerintah California, enginstruksikan Tesla harus menghentikan produksi, Musk menentangnya dan tetap melanjutkan aktivitas. Dia bersedia ditangkap atas tindakannya itu.

Pendapat Musk menolak untuk disuntik vaksin cukup mewakili sentimen sepertiga orang Amerika. Survei Ipsos MORI belum lama ini menunjukkan 33 persen responden AS menolak divaksinasi, dengan alasan khawatir akan efek sampingnya. Sedangkan 20 persen dari responden menentang vaksin secara umum.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut