Pemda Protes Banyak Peserta Gagal Lolos Tes SKD CPNS 2018
AMBON/BOYOLALI/KOTABARU, iNews.id - Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 diwarnai oleh banyaknya peserta yang gagal lolos tes Seleksi Kemampuan Dasar (SKD). Hal ini membuat pemerintah daerah melayangkan protes kepada pemerintah pusat.
Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy menilai pemerintah pusat harus mengevaluasi hasil tes SKD CPNS 2018. Dia menyebut, dari 2.259 peserta yang lulus seleksi administrasi, hanya 20 peserta yang lolos tes SKD.
"Seleksi CPNS yang dilakukan di seluruh Indonesia, terutama di provinsi Maluku merupakan masalah serius yang harus ditangani, mengingat jumlah peserta yang lulus passing grade sangat sedikit dari formasi yang ditetapkan," kata Richard di Ambon, Maluku, Rabu (7/11/2018).
Gubernur Maluku, Said Assagaf mengaku kaget peserta yang lolos tes SKD hanya sedikit. Dari 866 peserta yang mengikuti tes, hanya 15 orang yang lolos. Padahal, kuota untuk Pemprov Maluku mencapai 302 orang.
Dia mengeluhkan ketentuan nilai ambang batas yang terlalu tinggi dan berakibat hanya sedikit peserta lolos.
Di Boyolali, Jawa Tengah, jumlah peserta yang lolos tes SKD hanya 245 peserta untuk CPNS Pemkab Boyolali. Padahal, yang lolos seleksi administrasi mencapai 5.365 orang. Padahal, Pemkab Boyolali menetapkan 481 formasi.
"Kami dari hasil itu, selanjutnya masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat untuk seleksi berikutnya," kata Dono Fembriarto, salah satu pejabat di Pemkab Boyolali.
Peserta CPNS di Kotabaru, Kalimantan Selatan juga mengalami nasib serupa. Dari 300 orang lebih peserta hanya enam orang yang lolos passing grade. Kenaikan passing grade dinilai menjadi penyebab banyaknya peserta yang gagal.
"Terutama tes karakteristik pribadi (TKP) banyak yang tidak mampu mencapai target," kata Zaenal Arifin, pejabat di Pemkab Kotabaru.
Editor: Rahmat Fiansyah