Pemerintah Ingin Kelola Limbah Pabrik Kelapa Sawit dengan Palm 5.0
JAKARTA, iNews.id - Pemerintah ingin mewujudkan Palm 5.0 untuk industri kelapa sawit dengan metode pengolahan Palm Oil Mill Effluent (Pome) atau limbah pabrik kelapa sawit. Para ahli meyakini cara ini dapat mengurangi polusi gas metana yang memiliki bobot 27 kali setara dengan CO2.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, kerangka kerja Palm 5.0 yang menerapkan teknologi novel algae ini, dapat memperoleh pengembalian finansial dan lingkungan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bisnis perkebunan dasar. Oleh karenanya, dibutuhkan dukungan dan partisipasi semua pemangku kepentingan dibutuhkan agar konsep Palm 5.0 dapat terwujud.
"Meskipun kami memiliki tim kami sendiri yang berkomitmen dan mahir dalam bidang ini, namun tidak akan terwujud tanpa dukungan dan partisipasi semua pemangku kepentingan," ujarnya di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (24/5/2019).
Limbah Pome yang berbahaya dan diperkirakan akan mencapai 130 juta ton pada 2030 dapat digunakan sebagai bahan baku untuk menghasilkan DHA yang berkualitas dan harga tinggi seperti Omega 3.
Sebagai negara penghasil minyak kelapa sawit, dengan teknologi novel algae ini Indonesia dapat diuntungkan. Setidaknya dari investasi yang baik, ekspor yang baik, penyelesaian masalah limbah, dan peningkatan skala perekonomian di daerah pengembangan Palm 5.0.