Pemerintah Perpanjang Insentif PPnBM Mobil Rakyat Rp200 Juta, Ini Alasannya
JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa diskon pajak pembelian mobil atau insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) berlanjut di tahun ini. Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR, Kamis (27/1/2022).
Sri Mulyani menjelaskan, diskon PPnBM diberikan kepada mobil dengan harga maksimal Rp200 juta atau disebut dengan mobil rakyat. Kemudian, besaran diskon diberikan dalam besaran yang berbeda.
"Untuk (mobil harga) Rp200 juta yang disebut mobil rakyat kita masih memberikan atau perpanjang dalam tiga kuartal. 100 persen pada kuartal I yaitu semua ditanggung pemerintah dan 75 persen di kuartal II, 50 persen di kuartal II,I dan kemudian tapering habis pada akhir tahun," ujar Sri Mulyani.
Sri Mulyani menambahkan, alasan insentif kembali dilanjutkan karena pemerintah melihat sektor otomotif belum pulih ke masa sebelum terjadinya Covid-19 atau tahun 2019, sehingga masih perlu dibantu agar bisa pulih dan tumbuh di tahun ini.
Link Net Diakuisisi XL Axiata, Grup Lippo: Bagian dari Strategi Konsolidasi dan Transformasi
Selain itu, sektor ini juga memberikan multiplier effect bagi perekonomian. Mulai dari sisi perusahaan, bahan baku hingga tenaga kerja. Jika nanti sektor ini sudah kembali membaik maka insentif akan dicabut.
HET Minyak Goreng Mulai dari Rp11.500 per Liter, Berlaku 1 Februari 2022
"Dalam pembahasan pemerintah, kami dengan Menteri Perindustrian dan Pak Menko Perekonomian kita lihat, level penjualannya sudah pada level pre Covid-19 belum? Growth-nya sudah kuat belum? kalau sudah mengikuti pre Covid-19 dan sudah cukup kuat maka kita menyapih," ucap Sri Mulyani.
Sri Mulyani menyebut, perkembangan ke depan masih akan ditentukan pandemi Covid-19. Penanganan agar tidak terjadi gelombang ketiga menjadi sangat penting dalam menentukan arah ekonomi dan kebijakan pemerintah ke depan.
BCA Bukukan Laba Bersih Rp31,4 Triliun Sepanjang 2021
"Insentif diberikan dengan asumsi sampai akhir tahun ini kita lihat pemulihan ekonomi akan terus berjalan, sementara suasana masih banyak dinamika," kata dia.
Editor: Aditya Pratama