Pemerintah Siapkan Insentif untuk Ustaz dan Lingkungan Pesantren Rp2,6 Triliun

Rina Anggraeni ยท Jumat, 17 Juli 2020 - 07:29 WIB
Pemerintah Siapkan Insentif untuk Ustaz dan Lingkungan Pesantren Rp2,6 Triliun

Pemerintah siap memberikan insentif program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk guru, ustaz dan pesantren melalui skema bantuan sosial (BLT). (Foto: Antara)

Pemerintah Siapkan Insentif untuk Ustaz dan Lingkungan Pesantren Rp2,6 Triliun

Pemerintah siap memberikan insentif program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk guru, ustaz dan pesantren melalui skema bantuan sosial (BLT),

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah siap mendorong program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk membantu adaptasi kebiasaan baru (New Normal) di lingkungan pesantren. Adapun, total anggaran yang akan disalurkan mencapai Rp2,6 triliun.

Direktur Anggaran Bidang Pembangunan Manusia Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Purwanto mengatakan anggaran itu juga memberikan insentif untuk guru, ustaz dan pengasuh pondok pesantren melalui skema bantuan sosial (BLT),

"Bantuan ini adalah dukungan bagi pesantren dan pendidikan keagamaan untuk dapat memasuki masa adaptasi kebiasaan baru karena pandemi Covid-19," ujar Purwanto di Jakarta, Jumat (17/7/2020).

Dia menarngkan, bantuan operasional ini juga menyiapkan pesantren untuk dapat membuka kembali kegiatan belajar mengajar, sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Secara rinci, alokasi BOP tersebut dapat membantu sekitar 21.173 lembaga pesantren, dan 62.153 lembaga Madrasah Diniyah Takmiliyah serta 112.008 Lembaga Pendidikan Al-Qur’an. "Bantuan pembelajaran daring akan diberikan selama 3 bulan (sebesar Rp5 juta/bulan) kepada 14.115 lembaga," katanya.

Dia menambahkaan pemerintah juga akan memberikan dana kegiatan dengan total anggaran Rp991,8 miliar tersebar di beberapa Kementerian/Lembaga (K/L) selain Kementerian Agama), dengan penerima manfaat adalah kalangan pesantren. Pembelajaran daring juga akan diberikan kepada Ditjen Bimas Kristen sebesar Rp10,5 miliar. "Lembaga pendidikan keagamaan lainnya saat ini masih dalam proses," ujarnya.

Editor : Dani Dahwilani