Pemerintah Tarik Utang Rp506 Triliun hingga Agustus 2026, Ini Rinciannya
Sementara itu, komponen pinjaman justru tercatat negatif Rp21,4 triliun atau minus 65,5 persen terhadap target tahunan. Kondisi tersebut menunjukkan pembayaran pokok pinjaman pemerintah lebih besar dibandingkan penarikan pinjaman baru.
Suahasil menegaskan pengelolaan pembiayaan utang tetap berada dalam kondisi aman meski pasar keuangan global masih menghadapi ketidakpastian.
Dia mengatakan pasar SBN Indonesia memiliki daya tahan serta tetap menarik bagi investor.
“Pasar SBN kita tetap solid di tengah ketidakpastian global. Respons APBN memastikan pasar solid,” tegasnya.
Menurut Suahasil, pengelolaan APBN secara kredibel dan terukur menjadi salah satu faktor yang menjaga daya tarik instrumen utang pemerintah bagi investor internasional.
“RI masih relatif oke, kita ada spread yang tetap membuat bisa mengundang pemodal asing untuk beli SBN kita,” jelas Suahasil.
Kementerian Keuangan menyatakan pembiayaan utang akan terus dikelola secara pruden, terukur, dan disiplin dengan mempertimbangkan kondisi kas negara serta perkembangan pasar.
Editor: Puti Aini Yasmin