Penerimaan Perpajakan hingga Akhir Juni Merosot Tajam Jadi Rp531,7 Triliun

Rina Anggraeni · Kamis, 09 Juli 2020 - 19:37 WIB
Penerimaan Perpajakan hingga Akhir Juni Merosot Tajam Jadi Rp531,7 Triliun

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi penerimaan perpajakan hingga akhir Juni 2020 hanya Rp531,7 triliun. Jumlah tersebut turun 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (yoy) yang tercatat Rp604,3 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, merosotnya penerimaan pajak itu sejalan dengan tekanan aktivitas usaha karena adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat pandemi Covid-19. Hal ini juga tercermin dari hampir seluruh sektor pajak. 

Penurunan perpajakan hingga Juni tersebut juga turun lebih dalam jika dibandingkan Mei 2020 yang mengalami kontraksi 10,8 persen (yoy). "Capaian tersebut baru 44,4 persen dari target tahun ini yang sebesar Rp1.198,8 triliun berdasarkan Perpres 72 Tahun 2020," kata Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (9/7/2020).

Dia mengatakan, penerimaan pajak sektor pertambangan terkontraksi hingga 42,2 persen (yoy), disusul industri pengolahan yang juga turun 38,4 persen (yoy), perdagangan turun 21,2 persen (yoy), konstruksi dan real estat turun 12,8 persen (yoy), serta jasa keuangan dan asuransi turun 11,3 persen (yoy). 

Tercatat hanya sektor transportasi dan pergudangan yang masih mengalami pertumbuhan positif hingga 9,3 persen (yoy). "Meski masih terjadi kontraksi, kinerja sektoral di bulan Juni menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik pada sektor-sektor utama. Sektor transportasi bahkan tumbuh positif, namun masih dibayangi ketidakpastian di periode berikutnya," katanya.

Menurut dia, tren penurunan aktivitas perdagangan internasional dan ekonomi akibat penyebaran virus corona itu telah terlihat sejak kuartal I 2020. Kinerja penerimaan perpajakan mengalami kontraksi 2,5 persen (yo) serta pajak-pajak atas impor terkontraksi 8,1 persen (yoy). 

Selain itu, perluasan pembatasan sosial dan pemanfaatan insentif fiskal dalam rangka pemulihan ekonomi turut menambah tekanan pada penerimaan pajak. "Memasuki bulan Juni, seiring dengan pelaksanaan kenormalan baru, peningkatan aktivitas ekonomi domestik mendorong kinerja penerimaan pajak menuju arah yang lebih baik," tuturnya.

Editor : Ranto Rajagukguk