Pengusaha Ragu Pemindahan Ibu Kota Bisa Dimulai Tahun Depan
JAKARTA, iNews.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperkirakan pemindahan ibu kota tidak akan dimulai tahun depan seperti target pemerintah. Masih banyak proses yang harus dilalui sebelum memulai pembangunan infrastruktur ibu kota baru.
Komisi Tetap Pengembangan Infrastruktur Kadin Indonesia Dandung Sri Harninto mengatakan, sebelum memulai pembangunan, ada tahapan yang harus dilalui seperti pra uji kelayakan, uji kelayakan (feasibility study), roadshow, dan sebagainya.
"Karena proses untuk tadi perencanaan saja Bappenas masih mencari konsultan, belum lagi feasibility study, kemudian apa saja yang harus ada di ibu kota itu butuh waktu tidak mungkin sehari dua hari atau setahun jadi," ujarnya di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (10/10/2019).
Untuk melalui semua proses tersebut, menurut Dandung, pemerintah membutuhkan waktu dua tahun. Dia menyebut, persiapan pemindahan ibu kota bukan hal yang bisa dilakukan dengan cepat tanpa banyak perhitungan yang matang.
Sayembara Desain Ibu Kota Baru Dibuka, Temanya Identitas Bangsa dan Kota Pintar
"Paling tidak dua tahun perlu kami itu, barulah kemudian proses eksekusinya," katanya.
Dandung menilai, keputusan untuk memindahkan ibu kota tidak bisa hanya dilakukan oleh segelintir orang, sehingga perlu andil rakyat Indonesia. Pasalnya, pemindahan ibu kota berdampak bagi sebagian besar masyarakat.
"Kan ini banyak Bappenas dan Kementerian PUPR bikin sayembara, macam-macam intinya supaya masyarakat diinformasikan, feeling saya, mungkin mereka biar punya feedback lah, bagaimana sih kalau mau dipindah ibu kota, pada seneng enggak sih,," tuturnya.
Menurut Dandung, pemindahan ibu kota harus didukung oleh semua pihak. Jangan sampai pemindahan ibu kota gagal karena terlalu banyak dana yang terbuang sia-sia.
"Nanti sudah dipindahkan sudah dibangun macam-macam ternyata tidak seluruh aktivitas ekonomi jalan, nanti ibu kota menjadi kota mati juga, buang duit berapa triliun itu," ucapnya.
Editor: Rahmat Fiansyah