Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Danantara ungkap Merger BUMN Karya Batal Tahun Ini gegara Utang 
Advertisement . Scroll to see content

Perbedaan Fokus Bisnis Bukan Penghalang BRI, PNM dan Pegadaian Berintegrasi

Jumat, 12 Maret 2021 - 10:42:00 WIB
Perbedaan Fokus Bisnis Bukan Penghalang BRI, PNM dan Pegadaian Berintegrasi
Integrasi BRI, PNM dan Pegadaian bisa mempermudah akses UMKM dalam memperoleh pembiayaan. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Perbedaan fokus bisnis PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) tidak menjadi masalah bagi ketiga BUMN ini untuk bersinergi demi pengembangan ultra mikro (UMi). Alih-alih berdampak negatif, sinergi justru akan membuat ketiga BUMN ini lebih bisa membawa pengaruh positif bagi pelaku UMKM dan usaha ultra mikro.

Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Deddy Yevri menuturkan, sinergi BRI, PNM, dan Pegadaian akan membuat peluang masyarakat mengakses fasilitas perbankan lebih terbuka. Selama ini, dia menilai masih banyak nasabah Pegadaian dan PNM yang kurang mendapat literasi keuangan dan terjangkau layanan perbankan (unbankable).

“Biaya operasional Pegadaian dan PNM akan berkurang karena pengembangan bisnis mereka bisa berjalan satu pintu. Hal ini membuat ekosistem pembiayaan dan pelayanan untuk UMKM serta pelaku UMi dapat berjalan lebih luas serta berkesinambungan,” tutur Deddy.

Politikus PDI Perjuangan ini berkata, sinergi BUMN untuk ultra mikro akan membawa keuntungan dalam jangka panjang. Setiap perusahaan yang akan bersinergi harus memahami hal tersebut.

Dengan sinergi antara BRI, PNM, dan Pegadaian, layanan bagi pelaku usaha ultra mikro diyakini semakin  berkembang. Hasilnya, di masa depan pemerintah bisa semakin berkonsentrasi untuk memperkuat daya beli masyarakat untuk menyerap produk-produk UMKM dalam negeri.

“Pembentukan holding ini adalah strategi yang akan memberikan keuntungan dalam jangka panjang. Pembentukan holding pembiayaan ultra mikro adalah kebijakan sangat strategis dalam rangka membentuk ekosistem pembiayaan pelaku usaha ultra mikro secara sistematis dan berkelanjutan,” katanya.

Dukungan atas rencana integrasi ekosistem ultra mikro juga disampaikan oleh Anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron. Dia mengatakan pembentukan holding ultra mikro yang melibatkan BRI, Pegadaian dan PNM diharap dapat merekonstruksi ekonomi nasional ke sektor produktif di segmen masyarakat kelas bawah. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut