Permasalahan Struktural di Sektor Riil Ancam Perekonomian Indonesia
JAKARTA, iNews.id - Dalam pertemuan tahunan Bank Indonesia (BI), ada beberapa hal yang harus diperhatikan mengenai tantangan risiko perekonomian di tahun depan, salah satunya dari sisi domestik. BI melihat ekonomi Indonesia belum optimal dalam merespons seluruh pemulihan ekonomi global.
"Kurang optimalnya pemulihan yang terjadi tidak terlepas dari beberapa permasalahan struktural di sektor riil dan masih menjadi pekerjaan rumah bagi kita," kata Gubernur BI, Agus Martowardojo, saat acara Pertemuan Tahunan BI di Jakarta Convention Center, Selasa (28/11/2017).
Lebih lanjut ia mengatakan, struktur pertumbuhan ekonomi masih belum solid dalam beberapa hal. Peran konsumsi rumah tangga sebagai sumber utama pertumbuhan domestik masih terbatas, seperti pertumbuhan upah riil yang belum kuat, surplus usaha tani yang menurun, serapan tenaga kerja formal oleh industri mikro dan kecil yang terbatas, dan tingginya sektor informal yang banyak diisi oleh masyarakat kelas menengah ke bawah.
"Hal ini perlu diwaspadai bersama karena dapat berimbas pada ketidakpastian pemdapatan masyarakat golongan tersebut," katanya.
Selain itu, struktur ekspor masih terpaku pada komoditas Sumber Daya Alam (SDA) mentah. Pangsa ekspor terkait komoditas SDA ini lebih dari 50 persen, sementara ekspor barang manufaktur belum mengindikasikan perbaikan yang signifikan.